Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar.  Foto:  Medcom.id/Citra Larasati
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

KBBI Khusus Penyandang Tunanetra Diluncurkan

Pendidikan Bahasa Indonesia
Intan Yunelia • 28 Oktober 2019 19:56
Jakarta:Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) luring untuk penyandang tunanetra. Terhitung saat ini, total ada 10 versi KBBI yang bisa digunakan oleh semua lapisan masyarakat.
 
“Kami meluncurkan 10 produk, yang paling ditunggu adalah KBBI bagi penyandang disabilitas netra,” kata Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dadang Sunendar di acara ‘Puncak Peringatan Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2019’, di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin, 28 Oktober 2019.
 
Dengan KBBI versi khusus penyandang tunanetra ini mewujudkan akses literasi dirasakan bagi semua lapisan masyarakat tanpa terkendala keterbatasan. Termasuk saudara-saudara dari penyandang tunanetra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Mulai hari ini tentu saja bisa digunakan dan harapannya produk ini berguna bagi masyarakat dan saudara-saudara kita disabilitas netra karena urusan literasi dan pengetahuan harus menjadi milik bersama, termasuk saudara-saudara kita dan ini telah sesuai dengan UU No 8 tentang Layanan Disabilitas,” ujar Dadang.
 
KBBI yang sudah ada di antaranya KBBI cetak, daring, luring android, luring iOS, Braille Cetak dan Luring Disnetra. Semua KBBI ini sudah bisa digunakan sesuai dengan keperluan masing-masing.
 
“Nanti KBBI luring. Jadi nanti tinggal sistemnya sudah ada dan diambil dan bisa langsung digunakan,” papar Dadang.
 
Sementara itu, Dadang menyampaikan, bahwa KBBI umum rutin diperbarui dua kali dalam setahun yaitu di bulan April dan Oktober.
 
“Kemarin ada berapa ribu penambahan kosakata baru dan totalnya sekarang kita memiliki hampir 130 ribu makna tapi di luar kosakata dalam kamus bidang ilmu. Karena kamus bidang ilmu itu berbeda dan pisah dan tidak disatukan dengan KBBI,” tuturnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif