Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto:  Kemendikbud/Dok. BKLM.
Siswa tengah membaca buku pelajaran di dalam kelas. Foto: Kemendikbud/Dok. BKLM.

Legislator: Pembukaan Sekolah Harus Belajar dari Negara Lain

Pendidikan Virus Korona sekolah
Ilham Pratama Putra • 03 Juni 2020 13:36
Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid mewanti-wanti, pembukaan sekolah untuk masa kenormalan baru (new normal) sangat berbahaya. Kembalinya siswa ke sekolah bisa meningkatkan angka positif korona (covid-19).
 
"Kita harus belajar dari negara yang lain. Di Singapura, Korea Selatan, Prancis, ternyata angka kembali meningkat setelah sekolah dibuka," kata Sodik dalam Konferensi Video, Rabu 3 Juni 2020.
 
Untuk itu, Ketua Yayasan Pendidikan Darul Hikam itu berharap pemerintah harus mengkaji secara matang soal pembukaan sekolah. Terlebih lagi dari data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerangkan, jika tingkat penularan virus korona pada anak-anak di Indonesia tergolong tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari IDAI, menyatakan Indonesia berbeda dengan negara lain, anak-anak yang terserang jumlahnya 7,8 persen, ini harus menjadi pertimbangan," jelas Sodik.
 
Sodik menjelaskan dalam catatan IDAI, jumlah kematian orang berusia nol hingga 17 tahun jauh lebih tinggi di Indonesia daripada negara tetangga. "Padahal katanya anak-anak lebih tangguh, tapi di Indonesia lebih tinggi dari negara lain," tambahnya.
 
Baca juga:Kenormalan Baru Ubah Metode Belajar, Infrastruktur Mendesak Diperbaiki
 
IDAI merekomendasikan, agar kegiatan pembelajaran untuk anak usia sekolah tetap dilaksanakan dalam bentuk jarak jauh. Masukan ini mempertimbangkan masih sulitnya melakukan pengendalian penyebaran virus di keramaian.
 
Ketua Umum IDAI, Aman Pulungan menyarankan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan ini harus tetap dilanjutkan.
 
“Ikatan Dokter Anak Indonesia menyampaikan apresiasi atas keandalan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengembangkan berbagai bentuk pembelajaran jarak jauh, termasuk bentuk kegiatan belajar daring. Hal ini disarankan untuk tetap dilanjutkan, mengingat kemungkinan hingga Juli wabah belum teratasi dengan baik,” kata Aman dalam siaran pers yang diterima Medcom.id, Rabu, 27 Mei 2020.
 
Rekomendasi ini merupakan hasil dari evaluasi deteksi kasus pada anak secara mandiri, yang menunjukkan bahwa anak juga rentan terinfeksi covid-19. Tercatat hingga tanggal 18 Mei 2020 diketahui jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)sebanyak 3.324 anak, 129 anak berstatus PDP meninggal dunia.
 
Kemudian sebanyak 584 anak terkonfirmasi positif covid-19 dan 14 anak meninggal akibat pandemi ini. “Temuan ini menunjukkan bahwa angka kesakitan dan kematian anak akibat covid-19 di Indonesia tinggi, dan membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap covid-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja,” tegasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif