Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/ Mohammad Rizal

Kampus di Daerah Kian Akrab dengan Teknologi

Ketika Unej Ungguli IPB di Webometrics

Pendidikan Pendidikan Tinggi Peringkat Perguruan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 Februari 2020 15:50
Jakarta: Webometrics baru saja merilis peringkat perguruan tinggi di awal 2020. Dalam pemeringkatan paruh pertama tahun ini beberapa Perguruan Tinggi dari daerah berhasil merangsek ke peringkat 20 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
 
Mulai dari Universitas Riau di peringkat ke-20, kemudian Universitas Mataram di posisi ke-17, Universitas Andalas peringkat ke-14 dan Universitas Jember di posisi ke-11. Capaian Universitas Jember salah satunya yang cukup menjanjikan karena berhasil mengungguli Institut Pertanian Bogor (IPB) yang berada di peringkat ke-12.
 
Untuk diketahui, IPB bukanlah pesaing yang ringan di kancah pemeringkatan perguruan tinggi. Sebagai perbandingan, dalam pemeringkatan perguruan tinggi versiQuacquarelli Symonds (QS) World University Ranking, IPB berada di posisi 601-650 dan posisi ke-132 di QS Asia University Ranking. Sementara Unej belum masuk dalam pemeringkatan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedangkan di Webometrics sendiri performa Universitas Jember di Webometrics menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, meski sempat berfluktuasi di beberapa tahun sebelumnya. Pada 2017 misalnya, peringkat Universitas Jember ada di nomor 33, bahkan sempat anjlok di peringkat 77.
 
Namun dengan berbagai usaha, maka pada semester awal tahun 2018 berada di peringkat 14. Sempat turun sedikit di peringkat 17 di semester kedua tahun 2018, namun pada 2019 naik ke peringkat 14 kembali, dan kini di tahun 2020 ada di peringkat 11.
 
Capaian beberapa Perguruan Tinggi di daerah tersebut direspons positif oleh dosen sekaligus peneliti pendidikan Universitas Paramadina Totok Amin Soefijanto. Menurut Totok, dengan masuknya perguruan tinggi dari daerah dalam 20 besar kampus terbaik versi Webometrics merupakan sinyal positif.
 
Totok menyebut, ini pertanda perguruan tinggi di daerah sudah mulai sadar pemanfaatan internet dengan meningkatkan kualitas web atau laman kampusnya. "Bagus, sudah mulai sadar perlunya internet," kata Totok saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.
 
Namun, kata Totok, tidak cukup hanya dengan mengembangkan kapasitas dan kualitas laman. Kampus juga dituntut menjadi kampus digital yang modern.
 
"Yang penting bagaimana meneruskan sampai menjadi kampus digital yang modern. Teruskan jangan hanya website. Eranya sudah berubah sekarang," jelasnya.
 
Totok mengungkapkan bahwa Webometric inimengukur eksistensi sebuah perguruan tinggi di internet. Ada empat aspek penilaian yakni Openness, Excellence, Impact,dan Presence.
 
"Agar eksis, maka situs perguruan tinggi harus aktif dengan konten yang selalu update dan menarik," kata Totok.
 
Pemeringkatan Webometrics dilakukan dalam rangka mempromosikan dan membuka akses publikasi ilmiah guna meningkatkan kehadiran lembaga akademik dan lembaga-lembaga penelitian melalui laman resminya masing-masing.
 
Pemeringkatan dimulai pada 2004 dan penilaiannya didasarkan pada gabungan indikator yang memperhitungkan baik volume maupun isi laman, visibilitas dan dampak dari publikasi laman sesuai dengan jumlah pranala luar yang diterima. Peringkat ini diperbaharui setiap bulan Januari dan Juli pada setiap tahunnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif