NEWSTICKER
Ilustrasi.  Foto:  Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Unhas Siap Ditunjuk untuk Uji Covid-19

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Antara • 18 Maret 2020 13:28
Makassar: Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Satuan Tugas Covid-19 secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk melakukan uji laboratorium terhadap virus korona.
 
Wakil Rektor Unhas Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan, Muhammad Nasrum Massi dalam keterangan resminya di Makassar menjelaskan, pihknya memiliki kapasitas memadai untuk melakukan uji laboratorium terhadap covid-19, baik kesiapan sumber daya manusia maupun fasilitas.
 
“Unhas memiliki lab ex-NECHRI berstandar BSL-2 yang ditempatkan di RS Wahidin. Lab ini dulunya kita gunakan memeriksa SARS," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Unhas juga ada fasilitas Lab HUMRC di Lantai 6 RS Unhas bertandar BSL-3. "Kita tinggal melakukan pembenahan dan percepatan proses konstruksi yang kini sudah berjalan, laboratorium ini siap beroperasi,” kata Prof. Nasrum.
 
Menurut dia, untuk dapat melakukan uji covid-19, standar keamanan laboratorium yang disyaratkan adalah minimal Bio Safety Level atau BSL-2. Standar keamanan paling rendah adalah BSL-1 dan tertinggi BSL-4.
 
Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Budu mengatakan, bahwa saat ini kewenangan melakukan uji covid-19 hanya ada di Balitbang Kemenkes, meski ada lembaga lain yang mampu melakukannya.
 
“Kita perlu berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel dan melakukan langkah kolaboratif. Sambil merampungkan kesiapan fasilitas lab. agar operasional seratus persen, pada saat bersamaan kita juga mengajukan izin ke Balitbang Kemenkes, agar diberikan kewenangan yang sama. Harapannya, begitu izin diberikan, saat itu juga kita siap lakukan pemeriksaan,” kata Budu.
 
Budu juga menambahkan, saat ini terjadi peningkatan jumlah pasien yang membutuhkan pemeriksaan covid-19. Baik yang berstatus orang dalam pengawasan, maupun pasien dalam pengawasan (PDP) di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.
 
Sampai saat ini, hasil pemeriksaan masih negatif. Tapi jumlah antrean di rumah sakit makin panjang, sementara durasi penerimaan hasil makin lama.
 
"Pada awalnya, dalam dua hari pasien sudah dapat menerima hasil dari Jakarta. Sekarang ini, ada pasien yang sudah enam hari belum menerima hasil uji," kata Budu.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif