Rembuk Nasional Dikbud Bahas Lima Isu Strategis
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. (Foto: Antara/Wahyu Putro A).
Depok: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) fokus membahas lima isu strategis dalam Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK). Pelaksanaan RNPK diklaim sebagai komitmen pemerintah menyelaraskan pendidikan untuk membangun masyarakat.

"Ada lima isu strategis yang dibahas, yakni guru (ketersediaan, perlindungan, peningkatan dan profesionalisme), pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah, revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional, pembangunan pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran, dan penguatan pendidikan karakter," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy seperti dilansir dari Antara, Senin, 5 Februari 2018.


RNPK 2018 diselenggarakan pada 5 hingga 8 Februari dengan mengangkat tema 'Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan'. Rembuk tahun ini diikuti oleh 1.102 peserta yang terdiri dari satuan kerja di lingkungan Kemendikbud, dinas pendidikan provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia.

Beberapa pejabat dan tokoh pendidikan akan mengisi RNPK tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memberikan motivasi dan kisah inspiratif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memaparkan materi tentang Kebijakan Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pembangunan Ekonomi Nasional.

Berikutnya Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Abdul Malik Fajar akan memaparkan materi tentang Penguatan Pendidikan Karakter: Sekolah Sebagai Model Lingkungan Kebudayaan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memaparkan tentang Pembiayaan Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi bakal memaparkan tentang Ketersediaan, Peningkatan Profesionalisme, dan Perlindungan serta Penghargaan Guru.

RNPK diharapkan dapat melahirkan komitmen bersama antarpemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan dalam menyukseskan program-program prioritas nasional 2018 sesuai dengan Program Nawacita dan terumuskannya kebijakan-kebijakan strategis terkait peningkatan kualitas dan ketersediaan guru.

Selain itu, penguatan pendidikan karakter dan kejuruan, pembiayaan pendidikan, serta penguatan pendidikan dan kebudayaan, terutama untuk wilayah-wilayah yang belum terjangkau secara maksimal. Serta dapat terumuskannya bahan masukan kebijakan dan program pendidikan dan kebudayaan tahun berikutnya.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id