Sistem Pendidikan Guru Perlu Dirombak
Sejumlah mahasiswa belajar dan bermain bersama siswa di Tegal, Jawa Tengah, Sabtu, 25 November 2017, untuk memperingati Hari Guru Nasional, Ant - Oky Lukmansyah
Jakarta:Sistem pendidikan dan pengajaran guru di Indonesia masih banyak kelemahan. Tak ayal, profesi guru dianggap sebelah mata oleh generasi muda.

Dekan Fakultas Pendidikan Sampoerna University Nisa Felicia mengatakan pengrekrutan calon guru di Indonesia masih ala kadarnya. Pendidikan guru di jurusan keguruan tidak menjadikan tenaga pengajar yang andal.


"Salah satu isu pendidikan guru di Indonesia adalah tidak merekrut calon guru yang right people, juga tidak mendevelop calon-calon guru. Mereka seperti tidak disiapkan untuk menjadi guru," ungkap Nisa saat berbincang di Sampoerna University, Menara L'Aveneu, Pancoran, Jakarta Selatan.

Nisa membeberkan praktik lapangan calon guru di jurusan keguruan Indonesia hanya selama 35 sampai 40 hari. Kondisi itu jauh berbeda dengan Inggris yang menerapkan praktik lapangan calon guru selama 90 hingga 160 hari.

"Jadi di Indonesia itu selama 4 tahun kuliah di jurusan keguruan, mahasiswanya yang benar-benar praktik di lapangan dengan mengajar di kelas dan mempraktikkan ilmu mereka hanya 35-40 hari," tukas dia.

Nisa mengusulkan cara pendidikan keguruan di Indonesia dirombak seperti yang diterapkan Sampoerna University. Di sana, jelasnya, mahasiswanya mempraktekan ilmu keguruan di lapangan selama 110 hari.

Mahasiswa keguruan mulai praktik ke lapangan sejak semester pertama hingga semester akhir. Di semester awal mahasiswa keguruan turun ke lapangan selama 5 hari untuk observasi, semester kedua selama 5 hari untuk observasi, semester ketiga 10 hari untuk mendampingi guru, dan seterusnya hingga semester delapan.

"Model ini akan diterapkan juga oleh Dikti untuk dijadikan landasan pertimbangan mengubah proses praktek pendidikan guru. Dikti akan menerapkan mahasiswa keguruan turun ke lapangan di setiap semester. Selama 110 hari mereka ada di sekolah," pungkas Nisa.



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id