Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Heboh Rektor Rangkap Jabatan, Ternyata Ini Arti Satuta Perguruan Tinggi

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Universitas Indonesia Perguruan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 22 Juli 2021 13:45
Jakarta:  Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro yang merangkap jabatan wakil komisaris Bank Rakyat Indonesia menuai polemik, salah satunya karena melanggar statuta UI.  Namun tahu kah kamu, apa sebenarnya arti statuta perguruan tinggi?
 
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho mengatakan, setiap Perguruan Tinggi Negeri termasuk yang Berbadan Hukum (PTN BH) seperti UI memang memiliki statuta. Menurut Jamal, hal itu sebagai aturan internal kampus.
 
"Bahwa setiap PTN BH itu punya apa yang dinamakan sebagai statuta, aturan main secara internal. Jadi yang mengatur organ-organ PTN BH," kata Jamal kepada Medcom.id, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Organ yang diatur itupun, kata Jamal, sangat situasional.  Isi statuta harus dirembuk oleh sejumlah unsur perguruan tinggi, seperti Majelis Wali Amanat (MWA), kemudian pimpinan perguruan tinggi, rektor, dewan guru besar, dewan profesor hingga senat akademik.
 
"Senat akademik itu yang mengatur dan mengawasai kinerja universitas, dalam hal ini rektor dalam urusan akademik," terang Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini.
 
Baca juga:  Rektor UI Ari Kuncoro Mundur dari Wakil Komisaris BRI
 
Pada bidang nonakademik, setiap PTNBH memiliki tata caran dan aturan sendiri.  Sehingga sangat memungkinkan antara setiap PTNBH tidak memiliki aturan yang sama.
 
"Itu yang dinamakan statuta. Statuta PTN BH itu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP). PP itu seperti apa? ini kan dinamis, bisa diubah, yang mengubah biasanya ya dari perguruan tinggi sendiri diusulkan ke Sekretariat Negara dan ditandatangani presiden dalam bentuk PP," jelas Jamal.
 
Dengan begitu statuta setiap PTNBH kata dia bisa berbeda satu sama lain. "Itu yang kita baca satu per satu. Statuta itulah sebagai bentuk konstitusionalisme, di situlah aturan permainannya ditegakkan," tutup Rektor UNS itu.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif