ONMIPA 2026. Foto: Kemendiktisaintek
ONMIPA 2026. Foto: Kemendiktisaintek

Final ONMIPA 2026, Adu Otak Mahasiswa Sains Rebut Tiket Olimpiade ke Bulgaria

Citra Larasati • 09 Juni 2026 14:04
Ringkasnya gini..
  • Babak final ONMIPA-PT 2026 resmi digelar di UNAIR.
  • Prestasi juara tak ada artinya tanpa kejujuran dan sportivitas.
  • Bukan sekadar lomba, jawara matematika di ONMIPA berpeluang wakili Indonesia di ajang internasional IMC Bulgaria.
Jakarta: Buat kamu mahasiswa yang ngaku jago sains, momen pembuktian akhirnya tiba! Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) lewat Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Direktorat Belmawa) resmi membuka Babak Final Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026.
 
Ajang adu otak ini bukan sekadar untuk mengejar medali. ONMIPA-PT menjadi wadah strategis buat talenta muda memperkuat nalar ilmiah, merangsang inovasi, dan pastinya jadi ajang jaringan bagi para calon ilmuwan masa depan bangsa.
 
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Beny Bandanadjaja, mengapresiasi kesiapan UNAIR sebagai tuan rumah. Menurutnya, ekosistem sains dan teknologi yang kuat sangat membutuhkan peran aktif mahasiswa, apalagi di tengah tantangan global yang makin dinamis.

“Saat ini perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat pembangunan ilmu pengetahuan, riset inovasi, dan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” ujar Beny.

Integritas Harga Mati

Satu hal yang menjadi sorotan utama Beny adalah soal integritas. Di tengah ambisi kompetisi yang ketat, ia mengingatkan agar nilai-nilai kejujuran dan sportivitas tetap menjadi pegangan utama para finalis.
 
“Prestasi yang diraih dengan kejujuran pastilah lebih bermakna daripada kemenangan yang diperoleh dengan cara yang tidak semestinya,” tegasnya.
 
Lebih jauh, ia berharap ONMIPA-PT 2026 tidak hanya dilihat sebagai medan rivalitas, melainkan ruang kolaborasi. Pertukaran gagasan antarmahasiswa diharapkan bisa memantik riset-riset baru yang aplikatif.
 
“Kami berharap selama berada di Surabaya, mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas jejaring dengan sesama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Jejaring itu efektif menjadi bagian dari upaya menemukan solusi atas persoalan-persoalan yang dekat masyarakat,” tambah Beny.

Peluang Emas ke Kancah Global

Persaingan di ONMIPA-PT 2026 ini dijamin super ketat. Bayangkan saja, 260 finalis yang hadir di Surabaya ini merupakan hasil saringan dari 3.712 peserta asal 1.168 kampus se-Indonesia yang sudah bertarung di tingkat wilayah pada bulan Mei lalu.
 
Namun, kerja keras itu sepadan. Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Belmawa Kemdiktisaintek, Yulita Priyoningsih, membocorkan reward prestisius yang menunggu para jawara.
 
“Khusus untuk bidang matematika, para pemenang akan diseleksi kembali untuk menjadi perwakilan Indonesia pada International Mathematics Competition yang diselenggarakan secara rutin di Bulgaria,” jelas Yulita.

Dongkrak Reputasi Kampus

Keberhasilan menembus babak final tidak hanya membanggakan secara personal, tapi juga menjadi kontribusi nyata mahasiswa bagi almamaternya. Prestasi di tingkat nasional ini secara otomatis mendongkrak capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi masing-masing.
 
“Ketika mahasiswa telah menjadi finalis dan mewakili kampusnya pada tingkat nasional, maka secara otomatis telah memberikan kontribusi terhadap capaian indikator kinerja utama perguruan tinggi. Semakin tinggi prestasi yang diraih, semakin besar pula dampaknya bagi institusi,” ujarnya.
 
Lewat ajang ONMIPA-PT 2026, Kemdiktisaintek terus berkomitmen menyediakan panggung aktualisasi agar mahasiswa dapat memaksimalkan potensi, memperkuat karakter, dan bertransformasi menjadi talenta unggul yang membawa kemajuan bagi Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA