Mendikbud, Muhadjir Effendy. Kemendikbud/Humas.
Mendikbud, Muhadjir Effendy. Kemendikbud/Humas.

Proses Belajar 50.000 Sekolah 3T Bakal Didigitalisasi

Pendidikan Anggaran Pendidikan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 07 Agustus 2019 19:13
Jakarta:Sebanyak 50.000 sekolah SD hingga SMA/SMK bakal digitalisasi proses belajar mengajarnya di 2019. Prioritas digitalisasi akan dilakukan di sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) dengan mengoptimalkan penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK).
 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, digitalisasi dilakukan untuk memperkaya materi belajar siswa melalui portal Rumah Belajar Kemendikbud. Terutama sekolah pinggiran, sehingga dapat mengakses dengan baik platform Rumah Belajar.
 
"Implikasinya, pelatihan guru untuk bisa mengajar siswa yang berbasis daring," jelas Muhadjir dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhadjir menambahkan, dana afirmasi DAK turut dialokasikan untuk mendukung digitalisasi sekolah di wilayah pinggiran tersebut.Muhadjir meminta kepada daerah agar menggunakan DAK 2020 secara tepat guna dan sasaran.
 
Selain itu juga harus berkesinambungan dalam membangun pendidikan dari pinggiran. "Karena itu, dananya fokus, jangan diecer. Kalau fokus ke satu sekolah yang membutuhkan bisa itu. Itu membangun dari pinggiran, dimulai dari yang paling parah, paling jelek, menjadi bagus," kata Muhadjir.
 
Ia juga mengatakan, sekolah yang sudah bagus, atau sekolah yang agak bagus untuk tidak dibantu menjadi bagus. Tetapi sekolah yang sangat jelek dan dibantu untuk dibuat menjadi sangat bagus.
 
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Didik Suhardi mengatakan, usulan DAK fisik bidang pendidikan tahun 2020 perlu disinkronisasi dan harmonisasi. Pasalnya, banyak program nasional yang merupakan program strategis tetapi belum bisa dikerjakan oleh Pemerintah Daerah.
 
"Oleh karena itu, program-program nasional dan strategis diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang diwujudkan melalui dana transfer daerah, dalam hal ini melalui DAK," ujar Didik.
 
Penggunaan DAK fisik diharapkan dapat meningkatkan layanan pendidikan dengan mendukung kebijakan zonasi layanan pendidikan. DAK fisik dalam pagu indikatif dialokasikan sebesar Rp16,7 triliun, juga ditujukan untuk pemerataan mutu layanan pendidikan.
 
Baca:'Rumah Belajar' Versi Inggris Bidik Pengguna di ASEAN
 
Sehingga sekolah yang bermutu tidak hanya berada di wilayah tertentu saja. "Ini kita akan sinkronkan antara program pusat dengan daerah yang bisa di-cover melalui APBN dan APBD, sehingga percepatan kualitas layanan pendidikan bisa segera kita wujudkan," tutup Didik.
 
Kebijakan DAK Fisik Tahun Anggaran 2020 menargetkan output DAK fisik sektor layanan pendidikan meliputi pertama rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas sebanyak 31.812 ruang. Kemudian kedua rehabilitasi dan pembangunan perpustakaan sekolah sebanyak 2.200 unit.
 
Ketiga rehabilitasi dan pembangunan laboratorium dan ruang praktik siswa sebanyak 4.625 unit. Keempat penyediaan alat praktik siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 1.112 paket. Kelima pembangunan baru prasarana gedung olahraga sebanyak 30 Unit. Keenam pembangunan dan rehabilitasi perpustakaan daerah sebanyak 50 unit.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif