Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir di Politeknik El Bajo Commodus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu 26 Mei 2019.  - Medcom.id/Intan Yunelia.
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir di Politeknik El Bajo Commodus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu 26 Mei 2019. - Medcom.id/Intan Yunelia.

Menristekdikti Dorong SDM Berkualitas di Labuan Bajo

Pendidikan pendidikan pariwisata pariwisata indonesia
Intan Yunelia • 26 Mei 2019 10:25
Manggarai:Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menilai potensi wisata kawasan Labuan bajo tak kalah dengan Pulau Dewata Bali. Namun, belum ada sumber daya pariwisata yang mendukung baik itu dari sarana dan prasarana dan SDM-nya.
 
"Pada saat saya berkunjung di tahun 2017 itu saya ingin mengecek lokasi diperintahkan bapak presiden yaitu mengembangkan New Bali. Di antaranya Labuan Bajo dan Wakatobi," kata Nasir di Politeknik El Bajo Commodus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu 26 Mei 2019.
 
Menginternasionalkan kawasan Labuan Bajo butuh sumber daya sarana dan prasaran yang mendukung. Iklim pariwisata yang go international mulai dari akomodasi, pemandu wisata, hingga rute tur wisata yang terintegrasi. Setidaknya bisa berstandar seperti di Pulau Bali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tour guidenya masih lokal di mana tidak diajari dengan masalah tour guide dan hospitality yang baik padahal potensinya besar," ucap Nasir.
 
Untuk menjadi kawasan pariwisata berstandar internasional, roda ekonomi pariwisata tidak hanya mengandalkan dari potensi keindahan alam saja. Sementara di Labuan bajo, denyut nadi pariwisata berhenti di malam hari.
 
"Di malam hari didapat kesepian dan kesunyian. Maka dari itu mau tidak mau harus ada pendidikan pariwisata," ucap Nasir.
 
Keberadaan Politeknik pariwisata seperti El Bajo Commodus amat penting. Kebutuhan tenaga kerja parisiwata yang cakap, terampil dan profesional bisa terpenuhi dari para lulusannya. Sehingga tercipta link and match antara politeknik dan industri pariwisata di sana.
 
"Mengapa politeknik pilihannya buka universitas, karena politeknik akan menyiapkan tenaga kerja proposional dan ini yang akan dibutuhkan dalam waktu yang singkat ini," ujar Nasir.
 
Mewujudkan kawasan Labuan Bajo menjadi The New Bali butuh sinergi lintas kementerian. Penyiapan insfratruktur dan SDM bisa berjalan selaras dan beriringan.
 
"Saya juga sudah sampaikan kepada Menteri Pariwisata bagaimana kita berkolaborasi karena kalau tidak akan susah mendorong. Infrastrukturnya harus kita siapkan, sumber daya harus kita siapkan mudah-mudahan sukses," pungkasnya.

 

(WHS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif