Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Foto:  Medcom.id/Ari Kuncoro
Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Foto: Medcom.id/Ari Kuncoro

Program 'Kampus Merdeka'

UI: Magang Ala 'Kampus Merdeka' Harus Jelas Aturannya

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kampus Merdeka
Muhammad Syahrul Ramadhan • 29 Januari 2020 14:52
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI), Ari Kuncoro merespons program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang bertajuk 'Kampus Merdeka'. Salah satunya soal mahasiswa bisa memanfaatkan maksimal tiga semester untuk kegiatan di luar program studi dan luar kampus, salah satunya adalah magang di industri selama maksimal dua semester.
 
Menurutnya, untuk kegiatan di luar kampus seperti magang harus jelas aturannya. Terutama soal insentif yang didapatkan ketika mahasiswa magang di perusahan.
 
"Nah dengan program sekarang harusnya 'digaji' karena Satuan Kredit Semester (SKS) dijadikan bagian dari kegiatan. Jadi bukan libur," kata Ari saat ditemui di Balai Sidang UI, Depok, Rabu, 29 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, harus juga ada peraturan agar mahasiswa bisa terlibat dalam proyek dan memiliki job desk yang jelas di perusahaan tempat magang. Selama ini mahasiswa magang lebih banyak menjadi pesuruh, ditugaskan melakukan foto copy misalnya.
 
"Itu juga harus ditentukan standar operasional prosedurnya. Magangnya itu harus bagaimana," ujar mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini.
 
Sebelumnya diberitakan, Nadiem meluncurkan program Kampus Merdeka. Program tersebut salah satunya adalah kelonggaran untuk hak belajar di luar prodi dan luar kampus selama maksimal tiga semester.
 
Kegiatan tersebut dibagi menjadi dua, belajar di luar kampus seperti magang, pertukaran pelajar dan sebagainya dapat diambil selama maksimal dua semester atau setara 40 SKS. Sedangkan untuk belajar di luar prodi maksimal satu semester atau setara 20 SKS.
 
Pilihan kegiatan di luar kampus di antaranya magang atau praktik kerja. Kegiatan magang bisa di sebuah perusahaan, yayasan nirlaba, organisasi multilateral, institusi pemerintah, maupun perusahaan rintisan (startup).
 
Selain itu, kegiatan luar kampus juga dapat dilakukan mahasiswa dengan terlibat dalamproyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian atau riset. Lalu kegiatan wirausaha dan studi atau proyek independen, serta proyek kemanusiaan.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif