Emil Elestianto Dardak saat memberi motivasi di hadapan ratusan Mahasiswa Baru dalam PKKMB, Fakultas Teknik, Unesa. Medcom.id/Syaikhul Hadi.
Emil Elestianto Dardak saat memberi motivasi di hadapan ratusan Mahasiswa Baru dalam PKKMB, Fakultas Teknik, Unesa. Medcom.id/Syaikhul Hadi.

Emil Dardak Imbau Mahasiswa Tak Hanya Andalkan Ijazah

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Syaikhul Hadi • 19 Agustus 2019 13:30
Surabaya: Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, salah satunya dengan mengaplikasikan ilmu yang didapat saat kuliah untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Sebab saat ini, lulusan perguruan tinggi yang bermodal ijazah saja tidak cukup tanpa menguasai keterampilan lain yang bersifat aplikatif.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat memberi motivasi di hadapan ratusan Mahasiswa Baru dalam Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Emil mengatakan, mahasiswa merupakan orang-orang pilihan yang memiliki tanggung jawab besar untuk kemajuan bangsa.
 
"Mahasiswa harus mampu menjadi agent of change (agen perubahan) di tengah masyarakat. Sebab kalian adalah orang pilihan yang punya tanggung jawab besar untuk bangsa," jelas Emil dalam orasinya, Jumat, 16 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emil lantas mencontohkan Mark Zuckerberg, pemilik dan pendiri Facebook. Menurutnya, jika Mark lahir di keluarga tidak mampu, mungkin waktunya akan habis untuk bekerja mencari nafkah. Bukan membuat program atau programming dan menemukan Facebook.
 
Namun karena dia memiliki waktu, Mark bisa melakukan programming dan akhirnya membuat Facebook.
 
"Artinya tidak ada dari kita yang hebat sendiri, kita ditolong oleh keadaan kita masing-masing. Jadi jangan pernah lupa bersyukur," ucapnya.
 
Menurutnya, keberadaan mahasiswa yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tidak lepas dari dukungan orang tua. Sehingga, sudah sepatutnya kesehatan, kesempatan, dan kemampuan yang dimiliki mahasiswa harus diaplikasikan kepada masyarakat.
 
"Maka sudah menjadi tugas kita untuk give back kepada masyarakat,” sambungnya.
 
Cara paling sederhana mahasiswa memberikan give back kepada masyarakat, lanjut Emil, yakni dalam bentuk belajar yang benar. Bagaimana mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik.
 
Apalagi, realita hari ini ijazah saja tidak cukup. Bahkan, beberapa perusahaan ternama di dunia sudah menghilangkan ijazah sebagai syarat menerima pegawai.
 
“Karena katanya orang kalau sudah megang ijazah jadi kaku, tidak mau beradaptasi dengan perkembangan-perkembangan di luar. Padahal hari ini yang dibutuhkan adalah fleksibilitas dan kreativitas," tegasnya.
 
Baca:Gubernur Jatim Sambut Hangat Rombongan Film Bumi Manusia dan Perburuan
 
Sementara, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dedy Rahman Prehanto mengatakan, pihak Unesa sengaja mengundang mantan Bupati Trenggalek tersebut agar bisa memberikan motivasi bagi generasi Millenial. Mahasiswa tak lain adalah generasi emas yang dipersiapkan untuk masa depan.
 
"Kita undang tokoh muda (Emil) dalam rangka menyiapkan generasi emas, serta untuk memeriahkan kegiatan PKKMB Fakultas Teknik Unesa," terangnya.
 
Kehadiran Emil, lanjut Dedy, diharapkan bisa memberi motivasi dan dorongan agar mahasiswa Unesa dapat selalu berprestasi dan berpikir positif dalam semua tindakan.
 
"Pak Emil kan tokoh muda. Nah, semangat dan motivasinya itu yang ingin kita tularkan ke mahasiswa baru," tandasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif