Menristekdikti, Mohamad Nasir. Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia.
Menristekdikti, Mohamad Nasir. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia.

Lulusan Vokasi Indonesia Diminati Taiwan

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Intan Yunelia • 10 September 2019 18:58
Jakarta: Kualitas lulusan program vokasi Indonesia mulai diakui dunia. Beberapa perusahan luar negeri mulai tertarik memperkerjakan lulusan lembaga pendidikan vokasi dari Indonesia.
 
“Ada permintaan dari Taiwan, agar bagaimana ada upgrade di bidang bachelor dalam hal ini sarjana bidang vokasi atau sarjana terapan. Kemarin kami kirim 300 ternyata mereka senang dan 2019 mereka minta 1000 (lulusan vokasi) akan kami kirim ke Taiwan,” kata Nasir usai Konferensi Pers I3E Pameran Industri Startup di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa, 10 September 2019.
 
Jumlah mahasiswa program vokasi tahun 2019 ini semakin meningkat sekitar 50 persen. Tak hanya itu, angka jumlah lulusan program vokasi yang diterima industri semakin meningkat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini, kata Nasir, merupakan imbas dari kebijakan yang ia keluarkan. Dosen vokasi disyaratkan harus lulus S2. Begitu juga dosen politeknik dan vokasi harus 50 persen berasal dari industri.
 
“Artinya industri yang sebidang dengan ilmu itu. Agar bidang ilmu mahasiswa sesuai dengan yang diinginkan industri,” ujar Nasir.
 
Ia menjelaskan, bahwa kurikulum di program vokasi pun mulai disesuaikan dengan kebutuhan industri. Dahulunya enam semster harus berada di ruang kelas sekarang tidak diterapkan seperti itu lagi. tiga semester di ruang kelas, tiga semester bisa di industri.
 
“Dan ini ternyata meng-upgrade lulusan pada kesiapan kerja. Dengan model ini ternyata timbul minat kerja sama salah satunya dari Taiwan,” tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif