Asrama UGM. DOK UGM
Asrama UGM. DOK UGM

Asrama UGM Dibuka Jadi Pemondokan Sementara untuk Mahasiswa Baru

Renatha Swasty • 09 Agustus 2022 10:37
Jakarta: Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) pada 1-7 Agustus 2022. Kegiatan dilanjutkan dengan rencana aksi mahasiswa di tengah masyarakat pada 8-13 Agustus 2022.
 
Kegiatan bertujuan untuk memberi ruang berkreasi, mewujudkan ide nyata, dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud implementasi nilai-nilai ke-UGM-an. Direktorat Kemahasiswaan (Dirmawa) Universitas Gadjah Mada menyediakan program pemondokan sementara bagi mahasiswa yang belum mendapatkan kamar indekos untuk menyukseskan kegiatan PPSMB hingga rencana aksi mahasiswa.
 
“Kita sediakan pemondokan sementara di asrama mahasiswa karena ada mahasiswa yang belum sempat mencari indekos di sekitar kampus,” Kasubdit Pengembangan Karakter Mahasiswa, Rustamadji, dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 9 Agustus 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rustamadji mengatakan pemondokan sementara ini untuk membantu mahasiswa baru yang membutuhkan pemondokan selama PPSMB. Rustamadji menyebut pihaknya juga memberikan opsi perpanjangan tinggal di asrama apabila mahasiswa berkeinginan untuk mendaftar.
 
“Sesuai dengan aturan yang berlaku di asrama sehingga proses untuk tinggal pun mengikuti aturan yang ada di setiap asrama,” tutur dia.
 
Adapun sejumlah asrama yang disiapkan untuk pemondokan sementara bagi mahasiswa baru saat PPSMB ialah Asrama Puteri Kinanti di area kampus dan Asrama Darmaputera di Jalan Baciro, Kota Yogyakarta.
 
Rustamadji menyebut sampai pelaksanaan PPSMB berlangsung ada sekitar belasan mahasiswa yang mendaftar tinggal sementara di asrama. Mahasiswa memerlukan pemondokan sementara lantaran kesulitan mencari indekos terjangkau dan adapula mahasiswa yang datang ke Yogyakarta berdekatan dengan dimulainya kegiatan PPSMB.
 
Salah satu mahasiswa baru yang sempat tinggal di Asrama Puteri Kinanti, Mia Febrianti, mengaku sangat terbantu dengan program pemondokan sementara yang disediakan Direktorat Kemahasiswaan UGM. Mahasiswi prodi Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM ini mengaku sebelum pelaksanaan PPSMB dimulai, dia belum mendapatkan indekos karena belum menemukan harga yang sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tuanya.
 
“Saya memang belum mendapatkan indekos dengan harga yang sesuai. Kemarin tanya-tanya teman, harga yang sesuai itu sudah penuh, ditambah walaupun saya orang Yogya, tapi rumah saya dari kampus sekitar 1 jam-an, kata perempuan asal Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul itu.
 
Alasan lain Mia memilih tinggal di asrama karena lokasinya dekat dengan area kampus. Sehingga, membantu kelancaran aktivitas mengikuti PPSMB yang berlangsung selama 6 hari berturut-turut itu.
 
Untuk menghindari agar tidak datang terlambat dan kelelahan selama perjalanan pulang pergi dari rumah ke kampus, tinggal di asrama menurutnya jadi pilihan terbaik baginya. “Saya pikir kalau 6 hari pulang pergi terus gampang kelelahan dan sakit. Makanya kemarin sementara ikutan pondokan sementara,” cerita Mia.
 
Setelah selesai kegiatan PPSMB, Mia memutuskan pulang ke rumah orang tuanya hingga mendapatkan indekos dengan harga terjangkau.
 
Baca juga: Sambut 9.833 Mahasiswa Baru, UGM Gelar Orientasi Kampus PPSMB Luring

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif