Rektor ke-10 Unpad, Ganjar Kurnia (kanan)  mendapat penghargaan dari perdana menteri Prancis. Foto: Unpad/Humas
Rektor ke-10 Unpad, Ganjar Kurnia (kanan) mendapat penghargaan dari perdana menteri Prancis. Foto: Unpad/Humas

Rektor ke-10 Unpad Terima Gelar 'Ksatria' dari Pemerintah Prancis

Pendidikan Pendidikan Tinggi Unpad Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 05 Mei 2021 09:47
Jakarta:  Guru Besar Fakultas Pertanian yang juga Rektor ke-10 Universitas Padjadjaran, Ganjar Kurnia memperoleh penghargaan sebagai Chevalier (Ksatria) dalam Ordre des Palmes Académiques (Order of Academic Palms) dari Perdana Menteri Prancis.
 
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Konselor Kerja Sama Kebudayaan, Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Stéphane Dovert kepada Ganjar di gedung IFI Bandung, Jalan Purnawarman No. 32, Bandung, Selasa malam, 4 April 2021.
 
Dalam sambutannya, Dovert mengatakan, Ganjar Kurnia merupakan sosok yang menunjukkan keterikatan mendalam pada Prancis. Sebagai alumni penerima beasiswa dari Pemerintah Prancis, Ganjar berpartisipasi secara langsung dalam pengembangan bahasa dan budaya Prancis di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pak Ganjar, Anda adalah seorang intelektual terpandang di Jawa Barat,” tutur Dovert.
 
Menempuh studi Magister dan Doktor bidang Sosiologi Pedesaan di Universitas Paris X Nanterre,  Ganjar aktif dan banyak memegang berbagai posisi strategis. Banyak pula asosiasi dan organisasi di Indonesia yang digelutinya. Mulai dari kebudayaan Sunda, kependudukan, kesehatan, sosiologi, hingga kehidupan pedesaan.
 
Dovert menjelaskan, salah satu bentuk keterikatan Ganjar dengan Prancis adalah ketika menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Paris pada 2004 – 2007. Meski terbilang singkat, kiprah Ganjar banyak memberikan nostalgia bagi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Prancis, kala itu.
 
Untuk itu, IFI melalui Direktur IFI Bandung Aude-Emeline Loriot Nurbianto menyampaikan rekomendasi Ganjar Kurnia untuk memperoleh gelar Chevalier atas berbagai jasa, kepakaran, dan keaktifannya dalam meningkatkan kerja sama Indonesia-Prancis.
 
“Kontribusi Anda kepada Perancis sangatlah istimewa,” kata Dovert.
 
Baca juga:  Unpad Larang Dosen dan Tenaga Kependidikan Mudik
 
Gelar Chevalier Ordre des Palmes Académiques merupakan gelar khusus yang diberikan Pemerintah Prancis kepada akademisi yang memiliki pengaruh besar di bidang pendidikan dan kebudayaan, serta mampu meningkatkan kerja sama bilateral Indonesia-Prancis di bidang pendidikan.
 
Sementara itu, Ganjar mengapresiasi diberikannya gelar Chevalier dalam Ordre des Palmes Académiques dari Perdana Menteri Prancis. Menurutnya, gelar ini merupakan kehormatan dalam kehidupan Ganjar.
 
“Saya merasakan ini sangat bermakna,” katanya.
 
Ketua Senat Akademik Unpad ini mengakui banyak sekali ilmu yang diperoleh selama menimba ilmu di Prancis. Tidak hanya soal pendidikan, Ganjar Kurnia juga menyoroti sejumlah sistem yang sudah berjalan baik di Perancis, seperti sistem administrasi pendidikan, kehidupan kebudayaan, hingga strategi mengembangkan pariwisata.
 
Berbekal ilmu sosiologi pedesaan dari Perancis, Ganjar mampu lebih mengetahui berbagai fenomena sosial secara lebih holistik. Bahkan, metodologi pendidikan di Prancis pun banyak diterapkan olehnya di Unpad, utamanya saat menjabat sebagai Rektor.
 
Melalui pengalaman tersebut, Ganjar kemudian banyak menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang ada di Prancis. Beberapa di antaranya adalah pembukaan prodi Museologi hingga program Double Degree dengan La Rochelle University.
 
“Sekali lagi, terima kasih kepada Pemerintah Prancis dan juga teman-teman di Unpad,” ujarnya.
 
Acara penyerahan gelar tersebut dihadiri langsung Rektor Unpad, Rina Indiastuti serta sejumlah dosen yang tergabung dalam perhimpunan alumni perguruan tinggi di Prancis.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif