Pakar UGM, Adi Utarini dalam MGN Summit Indonesia 2021
Pakar UGM, Adi Utarini dalam MGN Summit Indonesia 2021

Pakar UGM: Masyarakat Rugi Kalau Tidak Divaksin

Pendidikan Pendidikan Tinggi vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 UGM Media Group News Summit Indonesia 2021
Ilham Pratama Putra • 27 Januari 2021 18:01
Jakarta:  Proses vaksinasi telah dimulai sejak dua pekan lalu dan pemerintah pun menyediakan vaksin covid-19 secara gratis untuk masyarakat.  Namun saat ini masih banyak masyarakat yang ragu atau bahkan menolak disuntik vaksin.
 
Pakar kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Adi Utarini mengatakan, pemikiran masyarakat harus diubah oleh pemerintah agar mau menerima vaksin.  "Bagaimana masyarakat dimobilisasi, dikuatkan sehingga mereka akhirnya merasa rugi, kalau mereka tidak memanfaatkan vaksinnya," kata Utarini dalam dalam Media Grup News Summit Indonesia 2021, Rabu, 27 Desember 2021.
 
Terlebih, kata dia, vaksin yang disediakan ini harganya tidak murah. Kemudian target vaksinasi sebesar 70 persen populasi Indonesia juga harus tercapai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Utarini juga meminta sosialisasi terkait vaksin harus lebih diarahkan pada manfaat vaksin. Harus ada penjelasan yang kuat terkait efikasi atau kemanfaatan vaksin bagi penerimanya.
 
"Mungkin akan sangat menarik ketika bahasannya dalam konteks efikasi yang diharapkan. Sehingga kita mencapai apa yang namanya kekebalan komunitas (herd immnunity)," jelas dia.
 
Baca juga:  Menristek: Pandemi Ajarkan Gaya Baru Mengembangkan Teknologi
 
Sebelumnya, Ketua tim riset uji klinis fase tiga vaksin covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil, menyebut tingkat efikasi vaksin sinovac atau kemampuan vaksin untuk memberikan manfaat bagi individu yang diberi imunisasi ialah sebesar 65,3 persen. Hal ini didapatkan setelah pihaknya melakukan uji klinis perbandingan kepada para relawan vaksin Sinovac.
 
Artinya, dari penelitian itu didapatkan jika orang yang diberi vaksin, memiliki peningkatan imunitas sebesar 65,3 persen. Hal itu tak terjadi pada orang yang tidak mendapat vaksin.
 
"Nah ini kalau dikasih vaksin 65,3 persen terlindungi penyakit," kata Kusnandi kepada Medcom, Jumat 22 Januari 2021. 
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif