Guru Biologi SMA Negeri 1 Tambun Selatan, Dian Rosalina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Guru Biologi SMA Negeri 1 Tambun Selatan, Dian Rosalina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Pembelajaran di Tengah Pandemi, Berinovasi Setangguh Kartini

Pendidikan Guru Hari Kartini Kebutuhan Guru
Ilham Pratama Putra • 21 April 2021 11:27
Jakarta:  Hari Kartini diperingati sebagai pengingat jati diri, bagi guru Biologi SMA Negeri 1 Tambun Selatan, Dian Rosalina. Dia menyebut guru perempuan harus menjadi teladan bagi anak didiknya.
 
"Bagi guru wanita di depan menjadi teladan, di tengah memberi semangat dan di belakang memberikan daya kekuatan," kata Dian kepada Medcom.id, Rabu 21 April 2021.
 
Dia juga mengingatkan jika guru wanita harus tetap tangguh. Terlebih di tengah masa pandemi, yang mengharuskan para guru berinovasi lebih giat lagi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu hal yang membuat guru wanita tetap tangguh berinovasi di tengah pandemi," ungkapnya.
 
Dia pun menganut salah satu semboyan Raden Ajeng Kartini. Semboyan ini pula yang membuatnya terus melakukan inovasi di dunia pendidikan.
 
"Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung," terangnya.
 
Di tempatnya mengajar, ide-ide pembelajaran daring digaungkan para guru kala pandemi covid-19 menghampiri. Segala metode dan inovasi dibicarakan. Kendala yang mungkin muncul diprediksi dan harus dicari solusinya.
 
"Kami membuat yang namanya tim belajar online yang diisi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru mata pelajaran. Kami atur strategi ke depan akan seperti apa sekolah," ungkap Dian.
 
Para guru mulai mengenal dan langsung belajar aplikasi Zoom, Google Clasroom, Quipper, hingga Quizizz sebagai media pembelajaran. Jadwal belajar dan jam pelajaran pun kembali dirombak.
 
"Yang kami pikirkan bagaimana kami dengan cepat harus bisa pakai aplikasi dan berdapatasi. Kalau kami lama, kasihan juga murid-murid," terangnya.
 
Baca juga:  Beasiswa Humphrey Sediakan Peningkatan Kompetensi Profesional di AS
 
Selagi beradaptasi, komunikasi dan sosialisasi terkait PJJ dengan murid serta orang tua juga mesti dibangun. Seluruh pihak harus bekerja sama dalam kompleksitas PJJ yang tinggi.
 
"Awalnya cukup chaos ya. Terus terang  kami semua, murid juga tidak ada pengalaman PJJ. Jujur membuat kita cukup panik. Tapi kalau dibiarkan materi dan kompetensi tidak dapat dikejar," sambungnya.
 
Seiring berjalan waktu, dengan berbagai aplikasi dan media komunikasi, perlahan semua guru, siswa dan orang tua bisa mengikuti model pembelajaran baru ini. Materi ajar tersalurkan dengan baik, penugasan berjalan seperti biasa.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif