Pengukuhan delapan guru besar ITS. Foto: Dok. ITS
Pengukuhan delapan guru besar ITS. Foto: Dok. ITS

Kukuhkan 8 Guru Besar Sekaligus, Terbesar dalam Sejarah ITS

Pendidikan Pendidikan Tinggi Guru Besar Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 26 November 2020 18:39
Jakarta:  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menambah delapan guru besar atau profesor baru sekaligus dalam Sidang Terbuka dan Pengukuhan Profesor ITS.  Pergelaran yang berlangsung di Gedung Research Center ITS ini menjadi pengukuhan terbesar sepanjang sejarah ITS.
 
Dari total guru besar, baru kali ini empat di antaranya adalah dosen dari Fakultas Sains dan Analitika Data. Dari sana tercakup beragam bidang keahlian, seperti bidang Ilmu Fisika Teori, bidang Pemodelan Matematika dan Simulasi Numerik, bidang Ilmu Fisika Logam, serta bidang Ilmu Kimia Anorganik Bahan Alam.
 
Secara berurutan, bidang-bidang tersebut dibawakan oleh Agus Purwanto, Chairul Imron, Triwikantoro, dan Djoko Hartanto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, melalui pengukuhan kali ini juga bertambah guru besar dari Fakultas Vokasi ITS, yakni Ridho Bayuaji dari Departemen Teknik Infrastruktur Sipil yang membawakan topik orasi Potensi Beton Geopolimer: Beton Ramah Lingkungan dan Peluang Kontribusinya pada Infrastruktur Maritim di Indonesia.
 
Sedangkan dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS mencuat nama Heri Supomo, ahli di bidang Ilmu Teknologi Produksi dan Meterial Kapal pada Departemen Teknik Perkapalan.  Heri menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul Bambu Laminasi sebagai Material Kapal Masa Depan yang Ramah Lingkungan, Estetis, Terbarukan, dan Lestari.
 
Sementara itu, tak ketinggalan, muncul nama guru besar baru dari Departemen Teknik Informatika. Tohari Ahmad yang memiliki keahlian di bidang Keamanan Informasi dan Jaringan. Dalam orasi ilmiahnya ia membawakan topik Mekanisme Reversible Data Hiding untuk Menjaga Privasi Data.
 
Baca juga:  Kukuhkan Guru Besar Terbanyak, UIN Bandung Catatkan Rekor MURI
 
Profesor baru lain yang dikukuhkan pertama adalah Harus Laksana Guntur dengan bidang keahlian Rekayasa Peredam Getaran dari Departemen Teknik Mesin. Profesor yang menambah jumlah guru besar Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem ini mengawali pengukuhan dengan orasi bertopik Rekayasa Energi Terbuang pada Sistem Peredam Getaran Kendaraan.
 
Ketua Dewan Profesor ITS, Nadjaji Anwar menyambut gembira anggota barunya yang pada kesempatan kali ini menggenapi jumlah total guru besar yang dikukuhkan ITS hingga 132 profesor. “Suatu anugerah yang besar, karena perlahan porsi guru besar ITS menginjak di angka 10 persen dari total 966 dosen aktif,” ungkap, Kamis, 26 November 2020.
 
Profesor yang juga mengetuai Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MDGB PTN-BH) ini juga beramanat, supaya Dewan Profesor dapat mendarmabaktikan ilmunya serta setia terhadap almamater ITS. “Tentu tidak lupa kita berharap semoga membawa berkah dan manfaat untuk keluarga, nusa, dan bangsa,” ucapnya.
 
Sementara itu, Rektor ITS. Mochamad Ashari mendukung apa yang diungkapkan Nadjaji sebelumnya. Menurutnya, mendapat tambahan sumber daya manusia (SDM) yang secara formal menyandang gelar profesor akan banyak membawa implikasi kepada ITS.
 
“Misalnya, sangat banyak dibutuhkan SDM profesor unggul untuk menunjang 16 program doktoral yang kita punyai,” sebutnya.
 
Di samping itu, harapannya menjulang akan semakin meningkat pula jumlah mahasiswa ITS di tingkat pascasarjana, seiring dengan peningkatan jumlah profesor kali ini. Tak hanya itu, dari segi pendampingan mahasiswa, Ashari juga mendorong agar prestasi mahasiswa ITS bisa meningkat lebih jauh lagi.
 
"Belum menjadi profesor saja, para mahasiswa dampingan bapak-bapak sekalian banyak menjaring prestasi. Apalagi sekarang (setelah menjadi profesor),” ujarnya.
 
Terkait pemeringkatan ITS yang kian membaik, guru besar dari Departemen Teknik Elektro itu pun meyakini bahwa bertambah banyaknya jumlah profesor juga akan membantu kenaikan kontribusi ITS pada publikasi internasional. “Melonjaknya jumlah profesor secara eksponensial, harapannya akan meningkatkan pula jumlah mahasiswa pascasarjana dan kontribusi publikasi internasional ITS,” tandasnya.
 
Sekali lagi ia menegaskan, bahwa titik yang dicapai sekarang ini adalah awal perjuangan mengemban amanah dari negeri yang lebih banyak lagi. “Selamat dan silakan bergabung dengan komunitas di Research Center, Innovative Center, serta banyak pusat kajian lainnnya yang telah menanti Anda,” pungkasnya.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif