Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumardiansyah P. Kusuma. Zoom
Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Sumardiansyah P. Kusuma. Zoom

AGSI Minta Sejarah Tetap Menjadi Mapel Wajib, Bukan Pilihan

Pendidikan Kebijakan pendidikan Kurikulum Pendidikan
Sri Yanti Nainggolan • 30 September 2020 21:07
Jakarta: Presiden Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI)Sumardiansyah P. Kusuma meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tak menggeser posisi mata pelajaran (mapel) sejarah. Hal ini merespons wacana penyederhanaan kurikulum yang menggeser sejarah dari mapel wajib menjadi sekadar pilihan.
 
"Pemerintah gagal nalar. Konteks yang kami maskud bukan hilang literal, tapi bergeser dari wajib ke pilihan," terang dia dalam diskusi virtual, Rabu, 30 September 2020.
 
Ia menjelaskan dalam kurikulum saat ini, pelajaran sejarah menjadi mapel wajib bagi kelas 11 dan 12. Namun, dalam draf penyederhanaan kurikulum yang bocor ke publik, berubah menjadi pilihan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Draf itu juga memasukkan pelajaran sejarah menjadi bagian IPS pada kelas 10 bersama dengan ekonomi, sosiologi, dan geografi. Situasi ini bakal mengurangi jam mapel sejarah di sekolah.
 
"Artinya, jumlah durasinya selama 4 jam dalam 3 bulan karena sistemnya blok," beber dia.
 
Baca:Penyederhanaan Kurikulum, Sejarah Bukan Lagi Mata Pelajaran Wajib di SMA
 
ASGI juga menyoroti rencana menghilangkan mapel sejarah di jenjang SMK. Ia menilai, selama ini Kemendikbud hanya memainkan narasi terkait pelajaran sejarah dalam draf penyederhanaan kurikulum. Klarifikasi dilakukan, namun tak menjawab inti persoalan.
 
Sumardiansyah mengungkapkan mapel sejarah bisa saja ditempatkan sebagai pilihan dalam konteks filsafat yang menggunakan esensialisme. Namun, mapel sejarah menjadi wajib ketika berkaitan dengan belajar masa lalu.
 
"Kami mendorong sejarah sebagai pilihan dalam konteks ilmu. Namun, pengenalan sejarah Indonesia wajib diberikan untuk seluruh anak bangsa, tak bisa ditawar," ucap dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif