Kampus UGM, UGM/Humas.
Kampus UGM, UGM/Humas.

UGM Kuliah Tatap Muka Mulai 2021

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ahmad Mustaqim • 28 September 2020 18:53
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana menerapkan kuliah tatap muka mulai tahun depan. Artinya, hingga akhir 2020, UGM tetap menggelar kuliah online atau daring.
 
"Kalau yang sudah kita putuskan ya semacam itu," ujar Rektor UGM, Panut Mulyono di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin, 28 September 2020.
 
Panut menjelaskan, proses perkuliahan pada semester kedua tahun 2020 masih terus dievaluasi di tengah upaya pencegahan penyebaran covid-19. Menurut dia, salah satu evaluasi akan dilakukan selepas ujian tengah semester.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Setelah UTS (ujian tengah semester) kita evaluasi keadaan covid-19 seperti apa. Kalau sudah baik, ya kita mulai tatap muka, tetapi kalau mengkhawatirkan ya (perkuliahan dilakukan) daring," ungkap Panut.
 
Ia menyebut, penerapan kuliah tatap muka nantinya tak langsung diterapkan serempak. Panut mengatakan, kuliah tatap muka akan dilakukan bertahap secara sistem bergilir atau shif.
 
Panut menggambarkan, dalam satu kelas yang biasa terdapat 60 mahasiswa akan diisi sepertiganya. Upaya ini untuk membatasi kerumunan dan memberikan jarak antarmahasiswa. Sementara itu, sisa mahasiswa dari jumlah itu mengikuti kuliah online.
 
"Kalau bayangan Saya adalah tatap muka bergilir itu satu kelas ada 60 orang. Nanti dosennya ke kelas terus, tetapi mahasiswa yang di kelas sepertiganya," ungkap Panut.
 
Baca juga:Tujuh Tips Hindari Stres Saat PJJ ala Nadiem Makarim
 
Meski demikian, Panut mengatakan, perkuliahan tatap muka akan dilakukan untuk mata kuliah yang mengharuskan praktikum. Misalnya, perkuliahan program doktoral, strata dua, maupun strata satu, agar proses kelulusan bisa berjalan lancar.
 
Ia menekankan, perkuliahan tatap muka nantinya tetap dilakukan dengan penerapan protokol pencegahan penularan covid-19 dengan ketat. Seluruh peserta kuliahan akan didata, termasuk durasi keberadaan di laboratorium.
 
"Ini agar kalau terjadi apa-apa tracing-nya jelas. Prinsipnya, kita berpedoman bahwa kesehatan itu prioritas utama. Tapi kita usahakan bahwa anak-anak yang memang memerlukan pekerjaan lab, yang tidak boleh tertunda lulusnya itu juga kita fasilitasi," kata dia.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif