UNS melepas mahasiswa KKN Tematik, MI/Ferdinand.
UNS melepas mahasiswa KKN Tematik, MI/Ferdinand.

Rektor UNS Minta Mahasiswa KKN Tak Kampanye

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Antara • 18 Januari 2019 19:36
Solo: Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ravik Karsidi meminta mahasiswa yang melakukan kuliah kerja nyata (KKN) untuk tidak berkampanye di tengah masyarakat.
 
"Ini sudah suasana pemilu, di lokasi KKN jangan ajak orang lain untuk mengikuti pilihan anda (mahasiswa)," katanya di depan ribuan mahasiswa pada Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik Integratif Periode Januari sampai Februari 2019 di Halaman Gedung Rektorat UNS, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 18 Januari 2019.
 
Ia menambahkan, akan salah apabila mahasiswa meminta orang lain untuk mengikuti pilihan politiknya. "Jadilah netral, jadikan pilihan itu untuk anda sendiri. Memang setiap orang dan termasuk mahasiswa memiliki hak politik. Mereka sudah jadi pemilih, meski pemilih
pemula. Oleh karena itu, di lapangan jangan tergoda, meskipun dia menjadi
pendukung salah satu pasangan calon," jelasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia ketika berada di lokasi KKN, mahasiswa harus fokus pada program kerja yang diusungnya. "Jangan seperti pengalaman tahun lalu, KKN di daerah wisata kemudian tergoda untuk berwisata tetapi pulang tinggal jasadnya. Jangan terjadi, itu juga merepotkan kami," katanya.
 
Baca:UNS Raih Tiga Penghargaan dari Kemenristekdikti
 
Sementara itu, sambungnya, jika mahasiswa terbukti melakukan kampanye di lokasi KKN maka akan ada sanksi, baik sanksi akademik maupun nonakademik. "Ini kanlembaga yang punya aturan. Punya regulasi yang harus ditaati," ujarnya.
 
Pada periode ini, UNS memberangkatkan sebanyak 1.756 mahasiswa dan 80 dosen pembimbing lapangan. Untuk jumlah mahasiswa yang KKN di Pulau Jawa sebanyak 1.390 mahasiswa yang tersebar di 19 kabupaten, 26 kecamatan, dan 134 desa.
 
"Sedangkan 366 mahasiswa melaksanakan KKN di luar Jawa yang tersebar di satu kabupaten, 16 kecamatan, dan 17 desa. Selain itu ada satu lokasi di luar negeri, yaitu Sabah, Malaysia," tambahnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif