Siswa SD sedang berjalan menuju sekolahnya, MI/Aries Munandar.
Siswa SD sedang berjalan menuju sekolahnya, MI/Aries Munandar.

1.345 Anak di Cimahi Tidak Bersekolah

Pendidikan Biaya Pendidikan
Depi Gunawan • 28 Desember 2018 18:28
Jakarta:  Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Cimahi tahun 2017, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Cimahi mencapai 1.345 anak. Alasan terbanyak seorang anak tidak bisa bersekolah karena terbatasnya kemampuan ekonomi keluarga.

"Ada 834 anak atau 62,01 persen anak tidak bisa bersekolah karena faktor ekonomi, lalu 501 anak atau 37,25 persen karena terkendala masalah lain, sementara sisanya karena ada masalah dengan keluarganya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan,  Jumat, 28 Desember 2018. 

Untuk menekan angka anak putus sekolah, Dikdik mengaku, pihaknya telah memberikan bantuan beasiswa kepada anak dari kalangan keluarga tidak mampu.  Dia mengklaim, angka anak putus sekolah di Cimahi relatif kecil karena mereka terbantu program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Tdak boleh lagi ada siswa yang putus sekolah, apalagi alasannya karena terkendala biaya sebab pemerintah sudah membantu," ujarnya. Di luar program KIP, Pemkot Cimahi juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada 795 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp450.000/orang. Bantuan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan siswa, di antaranya membeli pakaian seragam, perlengkapan sekolah hingga transportasi.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, bantuan beasiswa ini merupakan komitmen pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satunya adalah memberikan bantuan bagi siswa kurang mampu.

"Seperti diketahui bahwa salah satu persoalan klasik dunia pendidikan adalah kendala biaya yang tinggi. Oleh karena itu, kami terdorong membantu para orangtua untuk mengatasi kesulitan biaya pendidikan bagi anak-anaknya," beber Ajay.

Baca: Kemenedikbud Kirimkan Bantuan untuk Siswa Korban Tsunami

Dikatakan Ajay, dengan pemberian beasiswa ini diharapkan bisa menekan jumlah siswa putus sekolah. Sejalan dengan itu, pihaknya pun akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

"Jadi intinya, bantuan ini dimaksudkan untuk meringankan biaya pendidikan siswa yang rawan drop out, sehingga dapat menyelesaikan pendidikannya hingga 12 tahun," tutur Ajay.

Selain kepada siswa, para tenaga pendidik seperti guru, pustakawan dan staf administrasi nonPegawai Negeri Sipil (PNS) juga mendapatkan uang insentif antara Rp400.000-Rp500.000/orang. 


(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi