Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait. Foto: ANT/Hendrina Dian Kandipi
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait. Foto: ANT/Hendrina Dian Kandipi

Papua Minta Siswanya yang Belajar Luring Tetap Dapat Bantuan

Pendidikan Virus Korona Pembelajaran Daring
Antara • 18 September 2020 15:26
Jayapura: Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mengharapkan siswa yang tidak terjangkau internet di wilayahnya harus tetap mendapatkan bantuan dari pemerintah.
 
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura, Jumat, 18 September 2020 mengatakan, bantuan bagi siswa yang terpaksa belajar secara luring (luar jaringan) ini tetap dibutuhkan karena sebagian besar pelajar tersebut berada di daerah yang belum memiliki jaringan telekomunikasi.
 
"Sebanyak 66 persen wilayah di Papua belum bisa mengakses jaringan internet, oleh karena itu kami berharap pemerintah pusat memberi perhatian khusus bagi daerah-daerah tersebut," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Christian, pihaknya benar-benar berharap jika memang anak-anak lainnya di bagian negara ini mendapatkan bantuan, maka anak-anak Papua di pedalaman yang tidak terjangkau internet, juga harus mendapatkan bantuan pendidikan. "Hal ini sangat diperlukan karena selama ini sudah ada kesenjangan kualitas pendidikan antara para pelajar di wilayah perkotaan dengan yang ada di pedalaman Papua," ujarnya.
 
Baca juga:Uji Publik Rampung, BSNP Serahkan Draf Standar Baru PJJ ke Kemendikbud
 
Dia menjelaskan, hal tersebut sudah disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di mana dengan data 66 persen wilayah Papua tidak terjangkau internet sehingga otomatis anak-anak di wilayah tersebut tidak dapat belajar seperti anak-anak di daerah lainnya, sehingga bila hal tersebut dibiarkan maka ketertinggalan pendidikan di Papua akan jauh sekali.
 
"Bila pemerintah pusat mengabulkan permintaan tersebut, ke depan dana yang diberikan akan lebih banyak diberikan kepada guru untuk menunjang operasionalnya," katanya lagi.
 
Dia menambahkan, misalnya saja guru yang harus berjalan dari rumah ke rumah, pasti membutuhkan uang transportasi untuk menyeberang sungai menggunakan perahu, ojek bahkan mobil.
 
"Selain itu, uang tersebut juga akan dibelikan perangkat penunjang aktivitas belajar mengajar," ujarnya lagi.

 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif