Ilustrasi. Foto: MI/Maulana Surya
Ilustrasi. Foto: MI/Maulana Surya

Aptisi Minta Kejelasan Mekanisme Magang 'Kampus Merdeka'

Pendidikan Pendidikan Tinggi Kebijakan pendidikan Kampus Merdeka
Ilham Pratama Putra • 07 Februari 2020 21:20
Jakarta: Plt. Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, mendorong mahasiswa dari kampus 'kecil' untuk tidak takut tak mendapatkan tempat magang. Sebab kampus kecil bisa melakukan kolaborasi dengan kampus besar.
 
Namun, kampus besar diprediksi tak sanggup menerima kolaborasi dari kampus kecil. Mahasiswa dari kampus kecil bakal 'luber' di kampus-kampus unggulan di Indonesia.
 
"Semua orang pasti ingin ke kampus top seperti UGM, UI, ITB. Pasti inginnya kerja sama ke sana. Kalau sudah begitu masalahnya di sana mau buka enggak?" kata Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Budi Djatmiko kepada Medcom.id, Jumat 7 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Budi melanjutkan, jika tak di kampus unggul sekalipun, mahasiswa bakal mengincar Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Budi menanyakan, apakah total 122 PTN itu akan menampung seluruh mahasiswa di Indonesia yang jumlahnya hingga 8 juta lebih.
 
Untuk itu, Budi menagih mekanisme yang jelas soal kolaborasi dan program magang di dalam kebijakan 'Kampus Merdeka' ini. Budi menegaskan harus ada hitam di atas putih sebagai jaminan bagi perguruan tinggi kecil mendapatkan keuntungan dari Kampus Merdeka.
 
"Memorandum of Understanding (MoU) untuk menerima mahasiswa. Sekarang mau enggak mereka bikin MoU dengan kita. Kalau sudah tertulis ya mungkin iya dijamin. Tapi ya kan ada kemungkinan paling satu atau dua mahasiswa saja," jelasnya.
 
Akan tetapi menurutnya, Kemendikbud sengaja tak mengaturnya secara rinci dalam regulasi. Sehingga semua diserahkan kepada kampus dan bahkan ini disebut menjadi tantangan kampus untuk melakukan yang terbaik bagi mahasiswanya.
 
"Regulasi cenderung membatasi kemerdekaan. Yang kita inginkan kan kreativitas. Kita bangun ekosistem di mana kreativitas itu akan bangkit. Nanti yang lemah gimana berkolaborasi dengan yang kuat," kata Plt. Dirjen Dikti, Nizam di Gedung Kemendikbud, Kamis 6 Februari 2020.
 
Sebelumnya,Plt. Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, mengatakan mahasiswa dari kampus dengan gaung nama yang 'kecil' jangan takut tak mendapatkan tempat magang. Sebab kampus kecil bisa melakukan kolaborasi dengan kampus besar.
 
"Ini yang kita dorong, kampus kecil dan besar berkolaborasi. Antara lain misalnya, kesempatan untuk satu semester mengambil kuliah di perguruan tinggi tersebut," kata Nizam di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis 6 Februari 2020.
 
Dengan begitu, mahasiswa dari kampus kecil tadi bisa "naik kelas" karena memiliki kompetensi di kampus besar. Prodi yang diambil di kampus besar bisa dipakai ketika mengajukan magang di perusahaan.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif