NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Tugas dari Guru Dinilai Terlalu Banyak

KPAI Kebanjiran Aduan tentang Keluhan Belajar Daring

Pendidikan Virus Korona
Ilham Pratama Putra • 19 Maret 2020 18:37
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima 51 aduan dari siswa yang berisi tentang keluhan dalam mengikuti sistem belajar online atau belajar daring. Aduan dari berbagai daerah itu mengeluhkan beratnya penugasan dari guru.
 
"Harus dikerjakan dengan deadline yang sempit, padahal banyak tugas yang harus dikerjakan segera juga dari guru mata pelajaran yang lain," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti dalam keterangannya, Kamis, 19 Maret 2020.
 
Pengaduan berasal dari berbagai daerah dan jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA maupun SMK. Adapun wilayah para pengadu di antaranya dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Tangerang dan Tangerang Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari Jakarta ada yang memberikan tugas film pendek dan harus selesai dalam dua hari. Ada juga yang menceritakan, karena tidak ada kuota mereka akhirnya terpaksa berkumpul ke satu rumah untuk belajar bersama," lanjut Retno.
 
Akhirnya, siswa kembali bertemu banyak orang juga. Padahal niatnya merumahkan anak-anak agar tidak berkontak dengan banyak orang.
 
"Sementara itu seorang siswa kelas VII SMP menyampaikan bahwa dia mengerjakan soal dari jam 07.00 pagi hingga pukul 17.00 WIB. Saat dia hitung total yang dia kerjakan mencapai 255 soal," kata dia lagi.
 
Atas beberapa aduan itu, KPAI mendorong para pemangku kepentingan di pendidikan membangun rambu-rambu untuk para guru. Sehingga proses home learning bisa berjalan dengan menyenangkan dan bermakna buat siswa.
 
"Tumpukan tugas yang sangat banyak membuat mereka cemas dan terbebani, yang berpengaruh pada melemahnya sistem imun kekebalan tubuh, yang berdampak pada mudahnya serangan virus," ungkap dia.
 
Baca juga:Guru Dinilai Gagal Paham Konsep Belajar Daring
 
Sebaiknya jadikan pembelajaran daring sebagai sarana untuk saling memotivasi. Belajar daring mampu menumbuhakan rasa ingin tahu anak, mempererat hubungan dan saling membahagiakan.
 
"Home Learning dan Online Learning yang diharapkan itu adalah, para guru dan siswa berinteraksi secara virtual. Adanya interaksi seperti hari-hari biasa normal. Bedanya, interaksinya sekarang ini secara virtual. Itu saja," lanjut Retno.
 
Jadi bukan hanya sekadar memberi tugas-tugas online. Para guru disarankan memberikan tugas tidak melulu dalam bentuk soal, namun bisa penugasan yang menyenangkan, misalnya membaca novel tertentu atau buku cerita apa saja selama tiga hari, kemudian menuliskan resumenya.
 
"Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah tidak perlu menuntut setiap hari para guru wajib melaporkan proses pembelajarannya dan hasil dari bekerja dari rumah, karena para guru jadi 'menekan' para siswanya juga untuk mengerjakan tugas-tugasnya," jelas dia.
 
Lebih lanjut, dia berharap, atasan para guru dan para birokrat pendidikan harus memberikan kepercayaan kepada para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk siswanya. Menurutnya, ketika guru tidak ditekan, maka sang guru juga tidak akan menekan muridnya.
 
"Guru dan murid harus tetap dijaga agar terus bahagia dan sehat," pungkasnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif