Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kampus Boleh Buka Prodi Baru dengan Sistem Kerja Sama

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Muhammad Syahrul Ramadhan • 18 Mei 2020 15:17
Jakarta: Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikdbud), Ridwan, mengatakan, perguruan tinggi dengan peringkat akreditasi baik sekali dan unggul bisa mengajukan pembukaan program studi (Prodi) sendiri melalui jalur kerja sama. Ini merupakan implementasi dari Kampus Merdeka.
 
"Ini pembaruan yang fenomenal, sebelumnya belum ada, kecuali sebelumnya dinikmati perguruan tinggi badan hukum, sementara non badan hukum itu belum boleh membuka program studi sendiri,” kata Ridwan dalam sesi bincang pagi secara daring, Senin, 18 Mei 2020.
 
Ia menambahkan, selain dengan peringkat akreditasi baik sekali dan unggul, perguruan tinggi yang mengantongi akreditasi A atau B juga bisa secara mandiri membuka prodi kerja sama ini. Keputusan ini diambil Dikti dan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembukaan prodi ini bisa bekerja sama dengan lembaga atau organisasi. Syaratnya, selain memenuhi minimun akreditasi, juga melakukan kerja sama dengan organisasi atau lembaga terkait membuat capaian pembelajaran.
 
Kemudian, menyatakan kesanggupan melakukan penelusuran lulusan program studi pada dunia kerja atas penyelenggaraan prodi yang baru dibuka. Dengan begitu, lulusan dari prodi tersebut bisa langsung mendapatkan pekerjaan.
 
"Agak berat kesanggupan melakukan penelusuran lulusan prodi pada dunia kerja," ujarnya.
 
Baca:Belum Ada Obat Korona, Penelitian Suplemen Harus Diperkuat
 
Sementara, untuk program pendidikan, kata dia, tidak dibatasi pada program sarjana, tetapi juga untuk magister dan doktor. Ia pun menyebut prioritas lembaga atau organisasi yang menjadi mitra kerja sama yakni perusahaan multinasional, teknologi global, start up teknologi, organisasi nirlaba kelas dunia, dan institusi multilateral.
 
"Kemudian perguruan tinggi dalam peringkat 100 perguruan tinggi terbaik di dunia, terakhir bermitra dengan badan-badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah, ini menjadi prioritas," jelasnya.
 
Ridwan menyampaikan prodi yang dibuka tersebut bisa juga ditutup apabila memang sudah tidak ada lagi kebutuhan dari mitra atas lulusan program studi tersebut. "Perguruan tinggi mengalihkan kerjasama dengan industri lain yang masih membutuhkan, ditutup dibolehkan, dan itu mudah," tuturnya.
 

(AGA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif