Aktris dan pebisnis muda Prilly Latuconsina jadi dosen praktisi di UGM. DOK UGM
Aktris dan pebisnis muda Prilly Latuconsina jadi dosen praktisi di UGM. DOK UGM

Kok Bisa Prilly Latuconsina jadi Dosen di UGM? Ternyata Ikut Ini

Renatha Swasty • 30 September 2022 11:47
Jakarta: Aktris dan pebisnis muda Prilly Latuconsina mengajar mahasiswa kelas Kajian Selebritas di Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Prilly mengikuti program Praktisi Mengajar, salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang membuka kesempatan bagi praktisi andal di berbagai bidang untuk mengajar di kelas dan membagikan keterampilan serta pengalaman riil dari dunia industri.
 
“Program MBKM memberikan pengalaman belajar di luar kelas, juga pembelajaran dalam kelas dengan membawa praktisi,” kata dosen Departemen Ilmu Komunikasi yang mengampu mata kuliah Kajian Selebritas, Lidwina Mutia Sadasri, dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 30 September 2022. 
 
Program Praktisi Mengajar diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada Tahun 2022 untuk mengatasi problem kesenjangan antara keahlian lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Data dari Future of Jobs Report, World Economic Forum Tahun 2020 menyebut relevansi kemampuan lulusan perguruan tinggi Indonesia dengan kebutuhan industri hanya sekitar 64 persen, lebih rendah dari negara Asia lainnya seperti Singapura yang memiliki angka relevansi 79 persen, Tiongkok sebesar 73,6 persen, dan Arab Saudi sebesar 71,3 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kolaborasi pengembangan mata kuliah dalam program ini akan meningkatkan relevansi mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, proses alih pengetahuan serta keahlian dari dunia kerja ke sivitas akademika dapat terus berkesinambungan sehingga perguruan tinggi bisa menghasilkan lulusan yang siap berkarya di dunia kerja.
 
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, tanyakan apa yang ingin ditanyakan. Program seperti ini sangat baik untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi alumni yang memiliki kepercayaan diri tinggi,” ucap Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Wening Udasmoro.
 
Prilly memberikan materi terkait selebritisasi dan selebrifikasi, serta berdiskusi dengan mahasiswa pada sesi tanya jawab. Usai pertemuan pertama kali ini, Prilly akan kembali ke UGM pada Oktober 2022 untuk mengajar di mata kuliah yang sama.
 
UGM pada semester ini menerima 91 praktisi yang akan mengajar di berbagai program studi Sarjana, 28 di antaranya telah menyelesaikan kegiatan kolaborasi. Praktisi ini mengikuti program Praktisi Mengajar berupa kolaborasi pendek maupun kolaborasi intensif.
 
Program kolaborasi pendek dari Praktisi Mengajar yang diikuti Prilly Latuconsina ditujukan bagi praktisi yang belum memiliki pengalaman mengajar mata kuliah. Pada program ini praktisi hanya akan terlibat untuk mengajar mata kuliah selama dua pertemuan.
 
Sedangkan, pada program kolaborasi intensif, praktisi terlibat dalam penyelenggaraan perkuliahan end-to-end, termasuk proses perencanaan dan evaluasi mata kuliah.
 
Wening menuturkan kolaborasi perguruan tinggi dengan industri dalam proses pembelajaran mahasiswa sangat penting. Berbagai program telah tersedia bagi mahasiswa dan sejumlah perusahaan mitra UGM telah menyampaikan pentingnya program-program pembelajaran luar kelas bagi mahasiswa. Dia mendorong mahasiswa UGM memanfaatkan kesempatan ini sebelum menyelesaikan kuliah.
 
“Saya bertemu banyak perusahaan dan salah satunya mereka berbicara tentang program MBKM. Karena itu kalau ada program seperti ini kalian harus ikut, kalian bisa mendapatkan jam terbang tinggi sesuai profesi nantinya,” kata Wening.
 
Baca juga: Prilly Latuconsina Jadi Dosen Praktisi di UGM, Ngajar Matkul Apa Nih?

 
(REN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif