Mahasiswa Fisioterapi UMM menyabet juara best speaker. DOK UMM
Mahasiswa Fisioterapi UMM menyabet juara best speaker. DOK UMM

Presentasi Soal Penyembuhan Parkinson, Mahasiswa Fisioterapi UMM Juara di Ajang PIMAF

Pendidikan prestasi mahasiswa parkinson Perguruan Tinggi UMM
Antara • 27 April 2022 19:12
Jakarta: Sebanyak dua mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih best speaker dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Fisioterapi (PIMAF) yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI). Keduanya, yakni Syi’ar Aprillia Tanazza dan Lina Mitsalina Erawati.
 
"Paper penelitian yang diikutsertakan pada perlombaan ini berjudul Analisis Fintervensi Fisioterapi pada Penyakit Parkinson Menggunakan Vosviewer," kata Aprillia dikutip dari Antara, Rabu, 27 April 2022.
 
Paper menjelaskan terkait penyakit parkinson disease serta cara pencegahan dan penyembuhannya. Parkinson disease adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengendalikan dan mengontrol gerakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Selain itu, parkinson ini memiliki efek nyeri otot dan tremor pada tubuh. Biasanya parkinson menyerang dan diderita mereka yang berumur 50 tahun ke atas,” kata Aprillia.
 
Dia menuturkan ada tiga terapi untuk parkinson, baik untuk mencegah maupun menyembuhkan. Pertama, intervensi konvesional yang lebih memaksimalkan kemampuan fisioterapis dan latihan penguatan.
 
Selanjutnya, intervensi modern yang mengedepankan teknologi yang dapat memulihkan syaraf, salah satunya infra merah. Terakhir, intervensi musik dan menari yang menjadi inovasi pengobatan parkinson di Indonesia.
 
Pasien diajak menari dengan mengikuti irama musik yang memberikan efek rileks untuk syaraf. “Intervensi musik dan tari ini bisa diaplikasikan dengan menggunakan tari lokal Indonesia, mengingat intervensi ini baru dilakukan di Argentina dengan tari Tango,” ucap dia.
 
Mahasiswa asli Sumbawa ini menceritakan selama presentasi, tim tidak mengalami kegugupan dan sudah menyiapkan persiapan matang, mulai dari pendalaman materi, penguasaan panggung, dan paling penting upaya untuk memberikan pemahaman bagi audiens. Persiapan itu tidak sia-sia, bahkan membuahkan hasil dengan predikat best speaker pada ajang PIMAF.
 
Namun, Aprillia menyebut ada halangan selama menggarap proyek itu, yakni kurangnya penelitian terbaru yang mengkaji materi terkait. Dia berharap intervensi musik dan tari ini bisa dikembangkan dan diaplikasikan di Indonesia.
 
Apalagi, Indonesia memiliki budaya tari bermacam-macam. Sehingga, dapat meningkatkan kesembuhan penderita parkinson. Dia juga berharap semangat penelitian dan belajar tetap membara dalam diri mahasiswa.
 
“Jangan pernah takut berkompetisi, karena dengan ajang itulah kita bisa mengukur kemampuan diri serta mengetahui luasnya dunia. Selain itu, kita bisa meningkatkan dan memperbaiki diri, sehingga mampu berprestasi,” ujar dia.
 
Baca: Keren! 3 Mahasiswa FEB UMM Lulus Sarjana Tanpa Skripsi
 
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif