Ketua ICMI Arif Satria. Foto: Tangkapan layar. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Ketua ICMI Arif Satria. Foto: Tangkapan layar. Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Pandemi Bisa Buat Indonesia Setara Negara Maju, Asalkan...

Pendidikan Virus Korona disrupsi digital Revolusi Industri 4.0 pandemi covid-19 IPB
Ilham Pratama Putra • 27 Desember 2021 16:13
Jakarta: Seluruh negara di dunia masih berjibaku menghadapi pandemi covid-19. Tak hanya Indonesia, negara maju sekalipun seperti kelimpungan menghadapi pandemi.
 
Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Arif Satria menyatakan lewat disrupsi pandemi, seluruh negara kini seolah berada di titik yang sama. Semua negara kini tengah meracik bagaimana bisa menghadapi pandemi covid-19 dan tumbuh beradaptasi karena disrupsi pandemi.
 
"Semua negara sedang meraba-raba karena covid. Semua negara menjadi nol, semua bangsa menjadi nol, negara maju juga. Bahkan di beberapa negara maju justru lebih dahsyat disurpsi pandeminya dibanding Indonesia," kata Arif dalam webinar ICMI dan Masa Depan Indonesia, Minggu 26 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menyebut, hadirnya pandemi membuat semua negara mulai memikirkan dunia baru yang serba digital. Mulai dari menguasai Artificial Intelegent (AI) hingga menata revolusi industri 4.0 dan society 5.0.
 
Menurut Arif, ketika semua negara pada posisi yang sama-sama belajar dan masih meraba, maka posisi Indonesia lebih diuntungkan sebagai negara berkembang. Menurutnya inilah momentum yang tepat buat Indonesia keluar sebagai negara maju menghadapi pandemi.
 
Baca: Wow! Ternyata Matematika Bisa Cegah Penyebaran Penyakit Menular
 
"Kini semua sedang belajar. Ini luar biasa, kemarin kita tertinggal. Karena disrupsi kita nol semua. Inilah faktor yang membuat kita untuk tidak kembali tertinggal. Kita bisa minimal sama, atau bisa lebih ke depan," ungkap Arif.
 
Menurutnya, semua negara saat ini tengah belajar, makanya Indonesia harus mampu belajar lebih cepat. Hal itu menjadi kunci penentu Indonesia mampu menjadi negara maju.
 
"Maka sangat bergantung pada kecepatan belajar, kelincahan kita. Kalau Indonesia ingin jadi negara besar, saat inilah kita mesti cepat berlari. Kalau kita tidak cepat berlari kita menunggu dulu yang lain itu akan merugikan. Menunggu itu mental inferior, membuat kita tidak percaya diri membuat kita kalah," tutur Rektor IPB University itu.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif