Kika Sprangers dan Quintet Tampil di UKWMS

Memperkenalkan Kebudayaan dan Pendidikan Melalui Jaz

Intan Yunelia 16 November 2018 16:21 WIB
beasiswa osc
Memperkenalkan Kebudayaan dan Pendidikan Melalui Jaz
Kika Sprangers bersama grup Quintet-nya, humas UKWMS.
Jakarta:  Musisi Jaz asal Belanda Kika Sprangers bersama grup Quintet-nya berhasil menghibur tidak kurang dari 300 penonton yang hadir di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS), Rabu, 14 November 2018.  Mereka menilai, musik dapat menjadi sarana pendidikan dan pengenalan kebudayaan yang efektif. 

"Apapun jenis musiknya, dapat menjadi kegemaran setiap orang dan memiliki massanya sendiri, demikian pula halnya dengan musik jaz," kata Kika, dalam siaran pers yang diterima Medcom.iddi Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2018.


Konser ini terbuka untuk umum dan berlangsung selama kurang lebih 1 jam 15 menit, dengan total sembilan komposisi instrumen jazz yang dibawakan.   Kika, pemain saksofon mengungkapkan, karya komposisi instrumen yang dihasilkannya sebagian besar terinsprasi dari pengalaman hidup sehari-hari. 

"Terinspirasi dari banyak hal yang kami alami dalam hidup sehari-hari. Musik yang kami buat memiliki hubungan satu dengan lainnya dan terangkai seperti sebuah cerita,"  ungkap Pemain saksofon kelahiran Nijmegen ini.

Baca: Inovasi Perenyah Keripik dari Limbah Cangkang Telur

Salah satu lagu yang ia tulis, terinspirasi dari pengalamannya bepergian dengan kereta api di Belanda.   Di dalam kereta Kika melihat kehidupan yang tampak seperti miniatur masyarakat.
Selain itu juga ada sebuah lagu yang ia buat karena terinspirasi dari sebuah puisi Belanda.

Kika berharap penonton dapat menikmati seluruh rangkaian musik jaz yang tersaji dalam konser dan menangkap pesan dalam musik yang ingin mereka sampaikan.  Hadir bersama Kika adalah Eric Sarti yang memainkan instrumen gitar, Willem Romers dengan instrumen drum, Manuel Wouthuijsen memainkan piano akustik dan synthserta Danny Van Ruitenburg pada Bass. 

Sejak debut di tahun 2016, mereka sudah sering tampil di berbagai tempat bergengsi di Belanda. "Saat mendengar ada kesempatan untuk melakukan konser di Indonesia langsung saja kami sambar kesempatan itu," ujar Eric. 

Konser di Surabaya kali ini adalah destinasi ketiga mereka sepanjang kunjungan mereka di Indonesia, selain Jakarta dan Semarang.  Dalam bermusik Kika Sprangers dan Quintet juga terinspirasi oleh beraneka musik tradisional dari berbagai daerah di dunia, misalnya Afrika Tengah, Skandinavia, Eropa Utara dan lainnya.

"Saya berharap dapat terinspirasi oleh musik tradisional Indonesia seperti gamelan untuk karya kami berikutnya," ungkap Willem.

Muda dan bertalenta, setidaknya dua kata itu yang menggambarkan sosok Kika Sprangers. Pemain saksofon kelahiran 24 tahun lalu ini menggugah penontonnya dengan permainan dan karakteristik suaranya yang liris dan merdu.

Melalui komposisi yang penuh warna dan mempesona, ia menemukan suara untuk mengekspresikan dirinya.  Kemudian menyampaikan cerita yang begitu kuat pada pendengarnya.

Kekhasan musiknya memiliki nada ketenangan dan melankolis, diperkaya dengan harmoni
megah yang dilengkapi dengan alur yang kuat. Di Belanda, Kika dikenal sebagai salah satu
talenta muda terbaik dalam jazz kontemporer. 

Kika Sprangers  Quintetdan large ensemble juga pernah tampil di Jazz Festival Rotterdam, Tivoli Vredenburg Cloud Nine Utrecht dan the Grantefestival Amsterdam. Tahun ini Kika bahkan terpilih sebagai Young VIP 2018 kategori Best New Jazz artist oleh Dutch Jazz Bookers and Musicians.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id