NEWSTICKER
Mendikbud, Nadiem Makarim saat membuka Rakornas Kebudayaan 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
Mendikbud, Nadiem Makarim saat membuka Rakornas Kebudayaan 2020. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan

Paradigma Baru Kebudayaan Ala Nadiem

Pendidikan kebudayaan
Muhammad Syahrul Ramadhan • 26 Februari 2020 22:03
Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim ingin mengubah paradigma kebudayaan yang ada selama. Ada dua poin besar yang ia tawarkan dalam perubahan paradigma kebudayaan.
 
Hal tersebut Nadiem sampaikan ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebudayaan 2020. Paradigma pertama kata Nadiem adalah, dengan melakukan restrukurisasi. Ini dilakukan untuk mempercepat eksekusi di program.
 
"Kita mendorong, menggebrak, menghilangkan sekat-sekat, sehingga aktivitas budaya lintas disiplin bisa terjadi, dengan efisien, lebih lincah," terang Nadiem, di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perubahan berikutnya adalah anggaran Kebudayaan yang ditingkatkan. Karena anggaran kebudayaan selama ini dinilai tidak akan mampu mencukupi aspirasi kebudayaan. "Ketiga ingin mengubah paradigma budaya yang tadinya menjaga, atau paradigma defensif di mana harus menjaga saja, tapi tidak dinikmati, tidak ada partisipasi dari masyarakat secara luas," jelas jebolan Harvard University ini.
 
Kekinian, kata Nadiem, kebudayaan kita harus tampil di panggung dunia. Untuk itu, diplomasi antarnegara menjadi penting, ia pun berharap tahun ini hal tersebut bisa terwujud.
 
"Jadi diplomasi budaya akan menjadi prioritas ke depan, kalau tidak 2020, di 2021. Pasti kita segera bergerak maju di panggung dunia, memamerkan kekayaan kita yang luar biasa," tegasnya.
 
Lebih lanjut Nadiem menyebut, paradigma yang harus diubah terkait budaya adalah bisa mengekspansi budaya menjadi penggerak roda ekonomi. Bukan sekadar memikirkan seni, tarian ataupun bajunya.
 
"Budaya memberi manfaat langsung luar biasa ke ekonomi lokal, manfaat sisi ekonomi, perkembangan ekonomi bisa hal yang besar dan bermanfaat. Itu kekuatan budaya, jadi definisi budaya harus kita ekspansi," ujarnya.
 
Untuk itu, ia berharap Rakornas Kebudayaan 2020 yang mengusung tema 'Gotong Royong' ini dapat memberi ruang kepada kepala daerah untuk menunjukkan potensi-potensi daerahnya.
 
"Makanya kami undang bukan untuk mendengar pidato, tapi untuk membantu memberikan pitching," jelasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif