Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah
Ilustrasi. Foto: MI/Barry Fathahillah

350 Dosen PTKI Terpilih Ikut Shortcourse Akreditasi Jurnal

Pendidikan Pendidikan Tinggi Publikasi Ilmiah
Citra Larasati • 18 September 2020 14:51
Jakarta: Sebanyak 350 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terpilih sebagai peserta Shortcourse Akreditasi Jurnal. Mereka adalah pengelola 175 jurnal PTKI dari seluruh Indonesia.
 
Secara total ada 590 pendaftar dari 295 jurnal. Kepastian peserta terpilih ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5161 Tahun 2020 tanggal 16 September tentang Peserta Shortcourse Akreditasi Jurnal Tahun 2020.
 
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, bahwa jurnal merupakan jendela bagi perguruan tinggi. Jurnal merupakan barometer kualitas perguruan tinggi, termasuk PTKI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Untuk melihat bagaimana kualitas perguruan tinggi, salah satu indikatornya dapat dilihat dari kualitas jurnal yang dimiliki. Sebab, jurnal merupakan representasi kualitas riset, dinamika isu-isu akademik, kolaborasi serta networking dengan pihak di luar kampusnya,” ungkap guru besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini di Jakarta, Jumat, 18 September 2020.
 
Ali menyampaikan rasa syukurnya, bahwa beberapa jurnal yang dikelola PTKI telah dinobatkan sebagai jurnal terbaik di tingkat Asia, khususnya bidang kajian keislaman (religious studies). “Hal ini dapat dilihat dari ranking jurnal yang diterbitkan oleh Scimagojr.com, sebuah portal tingkat dunia yang menghimpun jurnal dan indikator ilmiah dari berbagai negara yang dikembangkan dan bersumber pada database Scopus,” ungkap Ali.
 
Baca juga:Kemendikbud Bakal Terbitkan Panduan Ospek Daring
 
Sementara ituDirektur Diktis, Suyitno menambahkan, shortcourse akreditasi jurnal ini merupakan ikhtiar untuk meningkatkan kualitas jurnal. Baik untuk tingkat nasional maupun internasional.
 
“Program ini dimaksudkan untuk mempercepat akreditasi jurnal yang belum terakreditasi dan meningkatkan ranking jurnal menuju jurnal internasional bereputasi dan atau Sinta 1," papar Suyitno.
 
Meski di tengah masa pandemi covid-19, namun upaya dan kreativitas program untuk meningkatkan kualitas dunia perguruan tinggi di Tanah Air tidak boleh sepi. “Hingga kini, kami telah menyelenggarakan Tadarus Litapdimas yang telah mencapai 20 episode lebih, ini merupakan bagian untuk mendesiminasi atas hasil dan inovasi riset, publikasi ilmiah, karya pengabdian dan disiplin keilmuan tertentu," ujarnya.
 
Selain itu, shortcourse pengabdian masyarakat berbasis ABCD (Asset Based Community Development) dan PAR (Participatory Action Research) dan program lainnya terus berlangsung, meski dilakukan secara virtual.
 
(CEU)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif