Presiden Joko Widodo. Dokumentasi Medcom
Presiden Joko Widodo. Dokumentasi Medcom

Jokowi: Kuliah Daring Jadi Next Normal

Pendidikan Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran
Antara, Muhammad Syahrul Ramadhan • 04 Juli 2020 11:34
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan kuliah daring sudah menjadi salah satu kegiatan normal baru. Bahkan, kata Jokowi, kuliah daring akan menjadi rutinitas kenormalan di masa mendatang.
 
"Kuliah daring telah menjadi new normal, bahkan menjadi next normal. Saya yakin akan tumbuh normalitas-normalitas baru yang lebih inovatif dan lebih produktif," kata Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) secara virtual, Sabtu, 4 Juli 2020.
 
Menurut Jokowi, perkembangan kuliah daring yang selama ini masih lamban, sekarang amat sangat berkembang. Pandemi virus korona (covid-19) telah memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, khususnya perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Krisis telah memaksa kita untuk mengembangkan cara-cara baru, membangun norma-norma baru, serta membangun standar-standar kebaikan dan kepantasan yang baru," ucap Jokowi.
 
Menurut Kepala Negara, posisi strategis pendidikan tinggi dalam kondisi krisis itu adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencetak generasi muda yang produktif dan kompetitif. Termasuk, menciptakan generasi muda yang selalu berjuang untuk kemanusiaan dan kemajuan Indonesia.
 
"Perlu saya tegaskan bahwa tugas mulia tersebut tidak bisa dikerjakan dengan cara biasa-biasa saja, kesempatan kita sangat sempit. Tidak bisa hanya dilakukan dengan rutinitas saja, tidak bisa dilakukan dengan cara biasa-biasa saja," ungkap Jokowi.
 
Baca:Perguruan Tinggi Diminta Lebih Aktif Bekerja Sama dengan Industri
 
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, pendidikan tak boleh sekadar sibuk dengan urusan administrasi. Harus ada perubahan, pengembangan cara dan strategi baru yang cerdas dan di luar kebiasaan. Jokowi juga meminta pendidikan tinggi memberikan perhatian besar pada kesehatan fisik dan kesehatan mental mahasiswa.
 
"Membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, yang berakhlak mulia, yang bermental baja, dan memegang teguh Pancasila," kata Presiden.
 
Suasana kampus, kata dia, harus memperkuat rasa kebangsaan dan menghargai kebhinekaan dalam persaudaraan dan persatuan. Selain itu, kampus juga harus bisa mencetak generasi yang berintegritas tinggi dan antikorupsi, serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi.
 
"Bapak/ibu orang tua mereka yang bertanggung jawab untuk masa depan mereka dan sekaligus masa depan Indonesia," tegasnya.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif