Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

120 SMA/SMK di Cianjur Bakal Segera Dibuka

Pendidikan sekolah Kenormalan Baru
Antara • 05 Agustus 2020 10:18
Cianjur: Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah IV Jawa Barat menargetkan 120 SMA/SMK sederajat di wilayah Cianjur akan menggelar kembali proses belajar mengajar secara tatap muka pertengahan Agustus 2020. Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat serta sejumlah tahapan dan persiapan yang harus terpenuhi.
 
"Tahapan dan persiapan akan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah, sebagai upaya memastikan siswa yang kembali masuk sekolah aman dan terhindar dari virus berbahaya," kata Kepala Kantor Cabang Dinas Pemndidikan wilayah IV Jabar Ester Miory, melansir Antara, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Ia menjelaskan 120 sekolah SMA/SMK sederajat ini tersebar di 18 kecamatan yang masuk dalam zona hijau penyebaran virus korona (covid-19). Namun, jumlah tersebut dapat berkurang sesuai dengan status terakhir masing-masing wilayah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara, ada 158 sekolah SMA/SMK sederajat masih menunggu lampu hijau Pemprov Jabar dan Pemkot Cianjur untuk membuka kelas tatap muka, karena statusnya masih masuk dalam zona rawan penyebaran. Sebagian besar sekolah ini terletak di wilayah utara Kota Cianjur.
 
Bagi sekolah yang sudah dapat melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka, ucap dia, harus menyediakan sejumlah sarana dan prasana penunjang protokol kesehatan. Misalnya, menyediakan tempat cuci tangan dan membagi jadwal masuk siswa agar tidak terjadi kerumunan.
 
Baca:Nadiem: Semua Ingin Kembali Sekolah Tatap Muka
 
"Siswa dan guru diharuskan menggunakan alat pelindung diri mulai dari masker, pelindung wajah dan cairan pembersih tangan. Rencananya untuk masker dan pelindung wajah akan disediakan dari dana bantuan sekolah, namun masih dikaji," katanya.
 
Guru yang bisa mengajar di kelas akan dibatasi hanya yang berusia di bawah 45 tahun dan sebelumnya harus menjalani tes cepat untuk mengetahui kondisi kesehatan. Sedangkan, guru yang usianya di atas 45 tahun tetap menjalani proses mengajar secara daring.
 
"Harapan kami pada saat pelaksanaan tidak ada kendala dan proses belajar mengajar dapat berjalan normal seiring penerapan adaptasi kebisaan baru dan new normal. Kami tinggal menunggu arahan dari Kepala Disdikbud Jabar, sebelum pelaksanaan dilakukan," ujarnya.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif