Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar
Ilustrasi. Foto: MI/Angga Yuniar

FSGI: Kuota Jalur Zonasi Menurun Setiap Tahun

Pendidikan PPDB 2020
Ilham Pratama Putra • 07 Juli 2020 22:19
Jakarta: Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriwan Salim menyebut jalur zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) terus mengalami distorsi setiap tahunnya. Ini terlihat dari kuota jalur zonasi yang terus menurun setiap tahun.
 
Satriwan menjelaskan, pada 2017 kuota jalur zonasi ditetapkan 80 persen dan terus berkurang pada 2018. Kemudian, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB mengatur kalau kuota zonasi minimal 50 persen dari daya tampung sekolah.
 
"Permendikbud 44 tahun 2019 itu menjadi 50 persen. Ada tren menurun, kayaknya ada distorsi terhadap zonasi," kata Satriwan dalam konferensi video, Selasa, 7 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, kata Satriwan, prinsip jalur zonasi sangat baik untuk peserta didik. Sebab, sistem zonasi mempermudah akses anak ke sekolah.
 
"Biaya ke sekolah lebih murah. Mengurangi kepadatan transportasi, dan juga relatif aman karena dekat," lanjutnya.
 
Baca:Orang Tua di Padang Protes PPDB Zonasi Pakai Usia
 
Ia mengatakan, jalur zonasi juga dipandang mampu mengurangi diskriminasi siswa pandai dan tidak pandai. Sebab, kemampuan siswa akan dibentuk bersama di sekolah.
 
Satriwan juga menyoroti masalah daya tampung PPDB setiap tahunnya. Menurutnya, sejauh ini pemerintah daerah kurang memperhatikan kebutuhan sekolah di satu wilayah.
 
"Di DKI Jakarta saja misalnya, SD ada 2200, SMP cuma 300, SMA ada 117. Maka wajar banyak lulusan yang tidak tertampung dan akhirnya putus sekolah," ucap Satriwan.
 

(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif