'Monbukagakusho', Beasiswa Pemerintah Jepang untuk Guru Indonesia

inten Suhartien 02 Januari 2018 13:23 WIB
gurubeasiswa
Monbukagakusho, Beasiswa Pemerintah Jepang untuk Guru Indonesia
Acara pelepasan dan orientasi penerima beasiswa Pemerintah Jepang. (Foto: Medcom.id/Inten Suhartien).
Jakarta: Awal Desember 2017, Pemerintah Jepang membuka program 'Monbukagakusho Teacher Training'. Program ini dirancang khusus untuk guru di Indonesia yang berpengalaman minimal selama lima tahun di lembaga pendidikan formal seperti SD, SMP, dan SMA atau Sederajat.

Atase Pendidikan Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang untuk Indonesia Keiichi Yamaguchi mengatakan Program Beasiswa Monbukagakusho bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Penerima beasiswa akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif, dan upaya menarik minat siswa, serta hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.


"Jurusan yang dapat dipilih oleh pelamar adalah jurusan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang dia ajarkan di sekolah atau jurusan yang berkaitan dengan metode/rancangan pengajaran (seperti teknologi pendidikan). Misalnya, apabila pelamar adalah seorang guru kimia, pelamar tersebut tidak bisa memilih jurusan Bahasa Jepang," kata Yamaguchi saat berbincang dengan Medcom.id beberapa waktu lalu.

Program ini adalah program nongelar. Masa studinya selama 1 tahun 6 bulan, termasuk 6 bulan pertama untuk belajar bahasa Jepang.

"Para guru (penerima beasiswa) yang telah menamatkan pelatihannya diharuskan untuk kembali ke Indonesia dan melanjutkan kembali profesinya sebagai guru (tanpa ikatan dinas)," tutur Keiichi.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Kedubes Jepang untuk Indonesia, masa pendaftaran program Monbukagakusho Teacher Training dimulai sejak 8 Desember 2017 hingga 12 Januari 2018. Di tahap awal itu, para pelamar wajib melakukan registrasi onlinemelalui website https://register.beasiswamext.or.id. Usai itu, pelamar akan mendapat surel konfirmasi registrasi online berisi nomor ujian.

"Sejak dibuka, jumlah pendaftar onlinesudah lebih dari 500 orang," tutur Yamaguchi.

Setelah melakukan registrasi secara daring, pelamar harus melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan seperti pasfoto, fotokopi transkrip nilai, fotokopi ijazah pendidikan terakhir, dan surat keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar serta disetujui mengikuti program beasiswa ini.

Pelamar juga harus melampirkan surat rekomendasi dari kepala sekolah tempat mengajar sekarang. Bila ada sertifikat kemampuan bahasa asing, pelamar boleh menyertakannya dalam bentuk fotokopi. Berkas tersebut bisa dikirim atau diserahkan langsung ke Kedubes Jepang bagian Informasi dan Kebudayaan (Pendidikan), Jalan MH Thamrin 24, Jakarta.

Hasil seleksi dokumen akan diumumkan 29 Januari 2018, nomor ujian pelamar yang lulus ditampilkan di laman resmi Kedubes Jepang. Tahapan seleksi setelah pengumpulan berkas dokumen adalah ujian tulis dan ujian wawancara. Pengumuman final penerima beasiswa pada Juli 2018. Para penerima beasiswa itu kemudian akan diberangkatkan ke Jepang pada September 2018.

Fasilitas yang diberikan penerima beasiswa berupa biaya kuliah secara penuh, tunjangan hidup sebanyak 143.000 yen per bulan, bebas biaya pembuatan visa pelajar, serta tiket pesawat pergi pulang Indonesia-Jepang.

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia sudah membuka program Monbukagakusho Teacher Training sejak 1980. Pada 2016, jumlah pelamar beasiswa tersebut sebanyak 400 berkas.




(HUS)