Lipi dan Quipper gelar Karya Ilmiah Remaja 2019. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
Lipi dan Quipper gelar Karya Ilmiah Remaja 2019. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

LIPI dan Quipper Gelar Karya Ilmiah Remaja 2019

Pendidikan Riset dan Penelitian
Intan Yunelia • 11 Desember 2019 12:33
Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali menggelar Karya Ilmiah Remaja (KIR) 2019 untuk meningkatkan literasi dan minat anak muda terhadap ilmu pengetahuan dan penelitian. Digelar sejak 1968, KIR tahun ini LIPI berkolaborasi dengan Quipper.
 
Berdasarkan data LIPI, jumlah proposal yang masuk dalam KIR 2019 mencapai 1.994 proposal. Angka tersebut masih terbilang kecil dibanding dengan jumlah siswa SMA di Indonesia yang mencapai 4,8 juta pelajar.
 
Jumlah peserta belum optimal meskipun sosialisasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya publikasi penelitian dalam bentuk video dan disajikan dalam bentuk dokumenter dan Youtube oleh Balai Informasi Teknologi. Kali ini LIPI berkolaborasi dengan Quipper dalam pembuatan konten penelitian kekinian yang menarik, kontekstual dan mudah dipahami bagi pelajar SMK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Business Development Manager Quipper Indonesia, Ruth Ayu Hapsari mengatakan, kolaborasi ini dituangkan dalam bentuk video pembelajaran bagi siswa SMA. Tahapan panjang dimulai dari pemilihan materi penelitian dari LIPI dan kontekstualisasi dengan pelajaran yang sesuai dengan kurikulum SMA oleh Quipper yang sudah dilakukan sejak Maret 2019 lalu.
 
"Video pembelajaran hasil penelitian IPS dan IPA ini dapat dinikmati secara gratis di channelYoutube LIPI maupun Quipper," kataRuth saat Media Briefing dengan tema ‘Dongkrak Literasi Penelitian, Quipper dan LIPI Berkolaborasi’ di Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Menurut Ruth, tantangan pendidikan ke depan tidak hanya melakukan transformasi digital, namun penting juga untuk memberikan kontekstualisasi terhadap pelajaran dan permasalahan di sekitar. Untuk melahirkan inovasi dalam menyelesaikan berbagai macam masalah itu, anak muda harus paham akan pentingnya penelitian.
 
"Kami senang sekali bisa mendapat kepercayaan untuk berkolaborasi dengan LIPI,” ujar Ruth.
 
Dalam kolaborasi ini, pihak LIPI memilih tiga peneliti yang jurnal penelitiannya divisualisasi dalam bentuk video pembelajaran. Salah satunya adalah peneliti Paleoseanografi, Intan Suci Nurhati.
 
Intan merupakan peneliti muda yang merupakan pemenang dalam KIR 2017 lalu dan baru-baru ini terpilih menjadi salah satu dari 100 Most Influential Women versi National Geografic.“Saya senang dan berharap akan lebih banyak siswa yang mau mempelajari ilmu Paleoseanografi dan mengikuti jejak saya sebagai peneliti,” tuturnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif