Rektor ITS Prof Mochamad Ashari (kiri) didampingi Wakil Rektor I ITS Prof Heru Setyawan (tengah) dan Direktur Akademik ITS Dr Siti Machmudah saat konferensi pers. ITS/Humas.
Rektor ITS Prof Mochamad Ashari (kiri) didampingi Wakil Rektor I ITS Prof Heru Setyawan (tengah) dan Direktur Akademik ITS Dr Siti Machmudah saat konferensi pers. ITS/Humas.

Semester Depan 16 Prodi di ITS Buka Kelas Internasional

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 27 Mei 2019 15:41
Kampus: Dalam kurun beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan menghadapi tantangan globalisasi. Untuk menyiapkan sumber daya manusia menghadapi tantangan tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menyiapkan dua program baru, yakni kelas internasional dan program fast track.
 
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan wacana didirikannya perguruan tinggi asing merupakan dua isu utama yang mewarnai dunia pendidikan Indonesia belakangan ini. Untuk itu, Wakil Rektor I ITS Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Heru Setyawan, merasa ITS harus mempersiapkan mahasiswanya dalam menghadapi tantangan tersebut ke depannya.
 
“Untuk itu dua program baru ini akan diberlakukan ITS mulai semester depan,” jelas Heru dalam siaran persnya, Senin, 27 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk kelas Internasional, lanjut Heru, program ini akan diberlakukan pada 16 program studi (prodi) di seluruh ITS mulai tahun ajaran 2019/2020. Nantinya kelas tersebut akan berlangsung dengan pengantar keseluruhan berbahasa Inggris.
 
Berkapasitas maksimal 30 orang, mahasiswa asing maupun lokal hanya bisa masuk kelas ini melalui seleksi jalur mandiri yang pendaftarannya mulai dibuka pada Juni 2019. Tidak hanya itu, kelas internasional ini juga digadang-gadang memiliki beberapa kelebihan lain.
 
Baca:ITS Hapus Program D3 Mulai Tahun Ini
 
Nantinya para mahasiswa akan difasilitasi untuk melakukan pertukaran pelajar ke kampus luar negeri yang telah menjalin mitra dengan ITS. Mahasiswa yang melakukan exchange mengambil mata kuliah di kampus tujuannya tersebut dapat melakukan transfer kredit mata kuliah yang diakui ITS.
 
“Selain itu kelas akan didesain lebih modern, baik dari infrastrukturnya maupun metode mengajarnya,” tutur guru besar Teknik Kimia ini.
 
Heru pun mengaku persiapan untuk membuka kelas internasional ini telah dilakukan jauh-jauh hari. Tenaga pendidik hingga staf administrasi pun telah diberi pelatihan agar siap menghadapi perubahan ini.
 
“SDM sendiri sudah kita persiapkan untuk menghadapi ini, termasuk staf yang telah kami kirim ke luar negeri untuk belajar,” tutur pria berkacamata tersebut.
 
Sementara itu, program kedua yang akan dimulai tahun depan, fast track, merupakan program percepatan untuk meraih gelar sarjana dan magister hanya dalam waktu lima tahun. Pada program ini mahasiswa bisa mulai mengambil mata kuliah magister di semester 6 atau 7, sehingga setelah program sarjana selesai hanya perlu menyelesaikan tesis untuk gelar magisternya.
 
“Program ini juga merupakan upaya kita untuk menuju World Class University,” ungkapnya
 
Sementara itu, Rektor ITS, Mochamad Ashari mengaku, dua program ini merupakan jawaban ITS akan ketakutan masyarakat terhadap masuknya tenaga kerja asing akibat MEA yang diresmikan beberapa tahun lalu. Program ini pun baru bisa dilaksanakan tahun ini karena dinilai persiapannya yang mulai matang.
 
“Kita harus mempersiapkan sumber daya untuk bersaing, baik dari segi komunikasi maupun kesiapan untuk hidup di mancanegara,” tandasnya. Programnya, menurut guru besar Teknik Elektro ini, memang dirancang agar siap untuk menghadapi pergaulan internasional ke depannya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif