Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. ANT/Agatha Olivia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Foto: Dok. ANT/Agatha Olivia

Sri Mulyani Sebut Anggaran Besar Tak Jamin Selesaikan Masalah Pendidikan

Pendidikan pendidikan Anggaran Pendidikan
Antara • 04 Agustus 2021 14:22
Jakarta:  Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan alokasi anggaran pendidikan meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan besarnya mencapai Rp500 triliun.  Namun anggaran yang besar tersebut tidak serta merta menjamin dapat menyelesaikan persoalan pendidikan di Tanah Air.
 
"Alokasi tersebut sesuai dengan amanat konstitusi yang sudah diamandemen, yakni 20 persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN)," kata Sri Mulyani dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021.
 
Meski begitu, ia menjelaskan bahwa seluruh anggaran tersebut tidak berada di satu kementerian, tetapi terbagi ke beberapa kementerian/lembaga seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, lembaga penelitian, dan sebagian besar didelegasikan ke daerah dalam bentuk biaya operasi sekolah dan gaji guru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Besarnya alokasi anggaran pendidikan tersebut bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.  "Kalaupun kita sepakat bahwa pendidikan SDM penting, mestinya kita tidak berhenti hanya dengan mengatakan anggarannya banyak dan itu pasti dijamin menyelesaikan masalah, ternyata tidak," ujar Sri Mulyani.
 
Maka dari itu, ia menilai penting bagi suatu bangsa untuk terus mencari cara menerjemahkan komitmen anggaran pendidikan konstitusi dalam bentuk kualitas pendidikan di Indonesia. Sehingga bisa menghasilkan manusia yang produktif, inovatif, berkarakter kebangsaan, dan menjadi manusia yang bisa membawa Indonesia adil dan makmur.
 
Selain dalam bentuk anggaran pendidikan, pemerintah terus melakukan berbagai inovasi, membentuk dana abadi untuk penelitian, memberikan fleksibilitas dan reformasi pendidikan.  Selain itu juga berbagai hal baik melalui belanja negara yang meningkat, maupun dari sisi insentif perpajakan untuk berbagai kegiatan yang menunjang pendidikan, pelatihan, dan penelitian.
 
Baca juga:  Anggaran PIP Madrasah 2021 Sebesar Rp1,3 Triliun Cair
 
Dari sisi pembiayaan, Bendahara Negara mengatakan berbagai kerja sama dilakukan untuk bisa meningkatkan peran serta dari sektor swasta dan global dalam meningkatkan pendidikan di Indonesia.
 
"Banyak sekali alumni LPDP yang sudah memberikan sumbangan yang sangat nyata, itu tidak lahir secara serta merta. Namun muncul dari keinginan untuk membentuk sebuah dana abadi pendidikan agar anak-anak Indonesia bisa menembus pendidikan tinggi terbaik dunia," tegasnya.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif