Direktur Direktorat Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Judi Wahjudin. Foto:  Medcom.id/Ilham Pratama
Direktur Direktorat Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Judi Wahjudin. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Kemah Budaya Kaum Muda, Kontribusi Pemuda Majukan Kebudayaan

Pendidikan kemah pemuda Kebudayaan Kemendikbudristek
Ilham Pratama Putra • 03 Desember 2021 20:27
Jakarta: Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2021. Program KBKM ini digelar untuk mempertemukan antara kemajuan teknologi dengan budaya tiap daerah.
 
Adapun tema yang diangkat dalam KBKM tahun ini adalah Inovasi Desa untuk Pemajuan Kebudayaan. Generasi muda pun dipercaya untuk mengekpsresikan diri melalui kebudayaan dari daerahnya masing-masing melalui teknologi.
 
"Karena generasi muda sebenarnya mempunyai passion terkait kebudayaan tetapi harus dibukakan ruang, dilibatkan, dan diberikan keleluasaan untuk mengembangkan kreativitasnya," tutur Direktur Direktorat Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Judi Wahjudin di Gedung Kemendikbudristek, Jumat, 3 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lewat acara ini, kata dia, terbukti anak muda mampu menghadirkan produk inovasi berbasis kebudayaan. Misalnya saja dari tim Sirel yang membuat aplikasi scan relief candi serta tim Haminjon yang membuat produk inovasi pewangi ruangan berbahan dasar rempah endemik Sumatera Utara yaitu kemenyan Toba.
 
"Dan ini ke depan akan kita tawarkan ke mitra-mitra apakah itu dunia usaha atau kementerian terkait lainnya agar bisa ditindaklanjuti sehingga ada wujudnya yang bisa menyejahterakan masyarakat," lanjut Judi.
 
Baca juga:  Nadiem: Sains, Teknologi, dan Budaya Harus Seiring Jalan
 
Judi pun memaparkan, mengapa anak muda yang didorong dalam acara KBKM ini. Menurutnya dorongan kepada generasi muda ini turut mendorong cita-cita Indonesia Emas di 2045.
 
"Hampir 60 persen warga Indonesia adalah anak-anak muda. Jangan sampai generasi emas itu akan lewat. Kita harus ada estafet suka tidak suka, bukan berarti menafikan generasi senior ya, tentu mereka menjadi inspirator dan pendorong. Tetapi kita harus menyiapkan mereka dan mudah-mudahan kebudayaan bisa menjadi hulu dari pembangunan," tutup dia.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif