Niat Puasa Tasua dan Asyura (dok. Freepik)
Niat Puasa Tasua dan Asyura (dok. Freepik)

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap Teks Arab, Latin Serta Artinya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 03 Juni 2026 11:57
Ringkasnya gini..
  • Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram.
  • Lafal niat puasa sunnah ini dapat dibaca pada malam hari maupun siang hari sebelum masuk waktu zuhur.
  • Syarat membaca niat di siang hari adalah belum makan atau minum dan tidak melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Jakarta: Sebagai bulan pembuka dalam kalender Hijriah serta bagian dari bulan hurum (bulan yang dimuliakan), Muharram menjadi bulan yang sangat diagungkan oleh umat Islam. Di bulan yang penuh berkah ini dianjurkan untuk puasa Asyura pada 10 Muharram.
 
Namun, selain berpuasa pada tanggal 10 Muharram, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa pada satu hari sebelumnya, yaitu pada tanggal 9 Muharram, yang dikenal dengan sebutan puasa Tasua.
 
Dalam menjalankan ibadah puasa sunnah ini, terdapat rukun yang tidak boleh ditinggalkan, salah satunya adalah membaca niat. Berikut adalah panduan lafal niat puasa Tasua dan Asyura, baik untuk dibaca pada malam hari maupun siang hari, beserta keutamaannya:

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat Puasa Sunnah Tasua (9 Muharram) 

Lafal niat puasa sunnah Tasua yang dibaca pada malam hari menjelang puasa adalah: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى 
 
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. 
 
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”
 

Niat Puasa Sunnah Asyura (10 Muharram) 

Sedangkan untuk lafal niat puasa sunnah Asyura pada malam hari adalah: 
 
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى 
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. 
 
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
 

Niat Puasa Tasua atau Asyura Jika Dibaca pada Siang Hari

Kekhasan dari puasa sunnah adalah kelonggaran waktu membaca niat. Jika Sobat Medcom lupa membaca niat di malam hari, niat boleh diucapkan pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), dengan syarat belum makan atau minum apa pun sejak subuh. Berikut lafalnya:
 
 نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ sُنَّةِ التَا سُوعَاء أو عَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى 
 
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. 
 
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.”
 
Perlu diingat bahwa anjuran berpuasa di bulan Muharram sebenarnya tidak hanya terbatas pada tanggal 9 dan 10 saja. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadits bahwa: "Puasa paling utama setelah Ramadhan adalah berpuasa di bulan Allah, yaitu Muharram..." (HR Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, Nasai, Ibn Majah, Darimi, dan Ahmad).
 
Imam an-Nawawi memaparkan bahwa hadits tersebut menjadi penanda keutamaan berpuasa di sepanjang bulan Muharram secara keseluruhan, menjadikannya sebagai bulan puasa terbaik kedua setelah bulan suci Ramadan.
 
(Fany Wirda Putri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA