Pembukaan ini menandai penguatan eksistensi IPTI sebagai institusi pendidikan tinggi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata Indonesia di tengah pertumbuhan industri pariwisata nasional dan global.
Berdiri di bawah naungan Yayasan Menara Bhakti, yayasan pendidikan yang lebih dari 40 tahun berkiprah dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, IPTI, hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Alamat kampus IPTI di Jl H. Hwarang, Setu, Cipayung, Jakarta Timur 13880.
Yayasan Menara Bakti juga dikenal sebagai pengelola Universitas Mercu Buana, yang telah melahirkan lulusan-lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rekam jejak tersebut menjadi dasar pengembangan IPTI sebagai kampus yang berorientasi global namun tetap berakar pada konteks dan kekuatan lokal Indonesia.
Mengusung tema “Empowering Future Innovators in Tourism & Hospitality”, pembukaan IPTI dihadiri para undangan, antara lain Ketua Yayasan Menara Bakti, Rektor IPTI, Rektor Universitas Mercubuana, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, para guru sekolah menengah pariwisata, para murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pariwisata, aparat pemerintahan dan para tamu undangan lainnya.
IPTI memiliki visi menjadi institusi pariwisata yang diakui secara internasional, berlandaskan kearifan lokal. Yang membedakan dengan institut atau sekolah pariwisata lainnya, IPTI menggunakan pendekatan interdisipliner, keberlanjutan, serta kebermanfaatan global.
Visi ini diterjemahkan ke dalam misi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan secara seimbang dan kolaboratif di seluruh level institusi.
Rektor IPTI Ariani Kusumo Wardhani, menjelaskan bahwa pariwisata dipahami IPTI sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar satu bidang keilmuan.
“Pariwisata hari ini tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan bisnis, komunikasi, teknologi, budaya, dan kreativitas. Karena itu, IPTI mengembangkan pendekatan interdisipliner melalui program studi pariwisata dan hospitality yang diperkuat oleh disiplin lain seperti Bisnis Digital dan Public Relations, agar lulusan memiliki cara pandang yang utuh dan relevan dengan realitas industri,” ujarnya.
Sebagai bagian dari internasionalisasi, IPTI menerapkan bahasa Inggris berbasis Cambridge dalam proses pembelajaran mahasiswanya, sekaligus mewajibkan mahasiswanya memperoleh sertifikasi bahasa Inggris internasional Cambridge sebagai syarat magang industri dan kelulusan.
Kebijakan ini dirancang untuk memastikan lulusan IPTI memiliki kompetensi komunikasi global yang terukur dan diakui secara internasional, tanpa mengabaikan identitas budaya lokal.
Ketua Yayasan Menara Bhakti Nurani Pujiastuti, menegaskan bahwa pendirian IPTI merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan, berkarakter, dan berkelanjutan.
“Pariwisata dan hospitality adalah wajah bangsa. IPTI kami rancang untuk melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil dan profesional, tetapi juga beretika, adaptif, dan mampu membawa nilai-nilai lokal Indonesia ke panggung global,” jelasnya.
Pada Grand Opening IPTI sejumlah rangkaian acara digelar, meliputi pembukaan, inspirational talkshow, penyerahan plakat kemitraan strategis, peluncuran institusi, tur kampus, termasuk peresmian sebuah resto, salah satu fasilitas pembelajaran berbasis praktik di lingkungan kampus, yang dirancang mengikuti standar industri internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News