Fasilitas penyelamat KBM ini merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pulau Baai. Mereka menyulap area sekolah menjadi ruang belajar sementara yang layak dengan menyalurkan empat unit tenda berukuran besar, 160 set meja dan kursi, enam papan tulis, hingga enam kipas blower agar sirkulasi udara tetap sejuk.
Manager CID Planning, Monev, and Reporting, Edward Manaor Siahaan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintassektor dalam masa krisis pendidikan seperti ini.
“Melalui program TJSL, kami memandang pendidikan sebagai fondasi penting bagi masa depan anak-anak. Karena itu, kami bersemangat mengambil bagian dalam proses pemulihan ini. Kami berharap fasilitas yang diberikan dapat membuat kegiatan belajar lebih nyaman, efektif, dan bermanfaat bagi siswa. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung proses ini,” ujar Edward dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
Bukan Sekadar Tenda, Ada Simulasi Seru
Dukungan yang diberikan ternyata tidak sebatas infrastruktur. Untuk memulihkan trauma sekaligus menambah life skill, tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina memberikan pelatihan tanggap darurat yang interaktif. Para pelajar diajak praktik langsung menjinakkan si jago merah secara aman, diselingi kuis berhadiah yang sukses mencairkan suasana.VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memaparkan bahwa pendampingan ini sengaja dirancang agar memberi impak nyata bagi keseharian siswa.
“Pemulihan pascakebakaran tentu membutuhkan proses dan kolaborasi dari berbagai pihak. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-citanya. Semoga kehadiran ruang belajar sementara ini dapat membantu para siswa dan guru kembali menjalankan aktivitas pembelajaran dengan nyaman,” ujar Kitty.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih dari sekadar sarana. Edukasi mengenai energi dan keselamatan diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Kitty.
Langkah responsif ini mendapat apresiasi penuh dari otoritas pendidikan setempat yang turut hadir, termasuk BPBD dan Sentra Dharma Guna Bengkulu. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Ilham Putra, menyambut baik gerak cepat tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina Patra Niaga atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Fasilitas ini sangat berarti bagi sekolah dan para siswa, terutama agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik selama masa pemulihan,” ujar Ilham.
Senada dengan Ilham, Kepala SMPN 19 Kota Bengkulu, Lia Anggraini, berharap bantuan ini bisa menjaga nyala semangat anak didiknya untuk terus berprestasi.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan Pertamina Patra Niaga. Fasilitas ini sangat bermanfaat bagi sekolah dan anak-anak. Semoga semangat belajar siswa terus tumbuh dan mereka tetap bisa belajar dengan nyaman serta meraih prestasi meskipun sekolah masih dalam proses pemulihan,” tutur Lia.
Inisiatif pengadaan ruang kelas darurat dan edukasi keselamatan ini menjadi wujud nyata dorongan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17 tentang Kemitraan Global. Bencana boleh saja menghanguskan gedung, tapi masa depan pelajar Bengkulu tetap menyala.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda