Anak-anak TKI tengah belajar di salah satu Community Learning Center di Sabah, Malaysia, Kemendikbud/BKLM.
Anak-anak TKI tengah belajar di salah satu Community Learning Center di Sabah, Malaysia, Kemendikbud/BKLM.

Anak Indonesia di Malaysia Butuh Tambahan Sekolah Satu Atap

Pendidikan pendidikan
Citra Larasati • 25 Januari 2019 19:07
Jakarta:Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy berencana membangun sekolah satu atap, mulai TK, SD hingga SMP di Tawau, Sabah, Malaysia. Hal itu untuk memenuhi hak atas layanan pendidikan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) usia sekolah yang tinggal di luar wilayah Indonesia.
 
Pada kunjungan pertama Mendikbud Muhadjir Effendy ke Tawau, Malaysia, ia masih mendapati minimnya fasilitas belajar mengajar di Community Learning Center (CLC) Tunas Perwira. Untuk mengatasi hal itu, Mendikbud berjanji akan merehabilitasi sarana dan prasarana yang kurang memadai tersebut.
 
"Saya senang bisa berkunjung ke sini, (CLC Tunas Perwira), akan tetapi ada yang perlu diperbaiki terutama sarana yang tak memadai itu, saya minta dibenahi. Saya minta dibangun sekolah baru satu atap dari TK, SD sampai SMP," kata Muhadjir di CLC Tunas Perwira, Tawau, Sabah, Malaysia, pada Jumat, 25 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala CLC Tunas Perwira, Thomas, mengaku seperti bermimpi ketika Muhadjir Effendy hadir mengunjungi CLC yang digagasnya itu. "Hari ini Tuhan telah dengar doa kita dengan kedatangan Pak Menteri. Akhirnya hari ini bisa memberikan semangat dan memberikan dukungan kepada CLC kita,” katanya.
 
Baca:Anak-anak TKI di Malaysia Sulit Akses Pendidikan
 
Thomas menambahkan, mudah-mudahan dengan kedatangan Mendikbud, anak-anak yang dulu tak mengenal sejarah Indonesia bisa kembali ke Tanah Air untuk membangun negerinya. “Kami sepakat anak-anak Indonesia di Sabah, anak Indonesia harus kembali ke asal dan mengenal arti Indonesia," tuturnya.
 
Pada kunjungan kedua, di CLC Ladang Giram, Mendikbud mendapati kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan CLC yang dikunjungi sebelumnya. Gedung CLC ini lebih memadai untuk kegiatan belajar mengajar karena mendapatkan bantuan langsung dari Kemendikbud, baik fasilitas bangunan maupun tenaga pengajar.
 
Muhadjir melakukan kunjungan ke beberapa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau Community Learning Center (CLC) di Tawau, Malaysia. Kunjungan ini bertujuan memastikan pemenuhan hak mendapatkan pendidikan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) usia sekolah yang tinggal di luar wilayah Indonesia.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif