Mahasiswa IPB Imam Nuryaman. DOK IPB
Mahasiswa IPB Imam Nuryaman. DOK IPB

Buat Mahasiswa, Mudik Bisa Jadi Sarana Healing

Pendidikan Mudik Lebaran IPB Mahasiswa Mudik Lebaran 2022
Renatha Swasty • 28 April 2022 14:03
Jakarta: Mudik untuk merayakan Idulfitri menjadi momen yang ditunggu-tunggu umat muslim. Tak terkecuali mahasiswa yang mesti kuliah jauh dari rumah.
 
Mahasiswa IPB University Imam Nuryaman menyebut manfaat yang bisa didapat mahasiswa saat mudik. Salah satunya jadi sarana healing.
 
“Fenomena ini mulai hits sejak pandemi kemarin di mana kasus mental health semakin tinggi. Tidak sedikit dari teman-teman mahasiswa yang mengalami mental issue. Mungkin karena adanya tekanan akademik, banyak tekanan jauh dari orang tua, dan sebagian besar orientasi kami memang ke sana yakni mudik ke kampung halaman untuk healing,” kata Imam saat menjadi salah satu pembicara dalam Talkshow Ngobrol Seputar Transportasi Jabodetabek yang diselenggarakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dan Kementerian Perhubungan RI dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 28 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imam menyebut kembali ke kampung halaman juga menjadi momen menguatkan relasi sosial antara kerabat. Kesempatan mudik kali ini juga dimanfaatkan sebagai liburan.
 
Terlebih, desa kreatif dan tujuan pariwisata semakin berkembang. Hal ini memberikan alternatif opsi untuk healing demi menghindar sejenak dari sibuknya perkotaan.
 
Imam menyebut mahasiswa selaku generasi milenial memiliki dua prinsip untuk membantu masyarakat menjaga kelancaran mudik.  Pertama, atas prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan melakukan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kedua, sebagai fungsi sosial, yakni agen perubahan, penerus bangsa, dan kontrol sosial.
 
“Kita mempunyai tanggung jawab sosial yang melekat di mahasiswa. Saya sarankan kepada teman-teman mahasiswa semuanya untuk mengimplementasikan tanggung jawab sosial kita yaitu mengabdi. Tidak hanya itu, fungsikan sosial kontrol kita agar bisa menjadi relawan untuk mengingatkan kiranya di sekitar kita ada pelanggaran terkait protokol kesehatan dengan pendekatan yang tentunya humanis dan lebih sopan,” tutur dia.
 
Imam menuturkan IPB University memiliki Program IPB Goes to Field pada masa mudik kali ini. Selama libur sekitar dua minggu, mahasiswa IPB University didorong mengabdi di kampung halamannya.
 
Salah satu bentuk kegiatan IPB Goes to Field adalah mengoptimalkan implementasi protokol kesehatan di kampung halaman masing-masing bersama pemuda dan karang taruna desa. Imam menuturkan program ini sudah berjalan kurang lebih dua tahun.
 
Imam mengatakan keterlibatan masyarakat juga diperlukan. Bukan terbatas hanya mahasiswa saja.
 
"Selaku agen milenial dan zilenial bisa turut berkontribusi mengabdi sebagai bentuk tanggung jawab mahasiswa dan insan terdidik. Generasi muda juga dapat berperan penting untuk mengatasi penyebaran berita hoaks di kala mudik,” tutur dia.
 
Imam sendiri memutuskan tak mudik tahun ini ke Tasikmalaya. Dia mesti menyelesaikan penelitian dan memilih berkomunikasi lewat daring.
 
Namun, berbeda dengan teman-temannya. Imam mengaku mahasiswa lain sudah mempersiapkan diri untuk mudik sejak jauh-jauh hari.
 
Baca: Sejarah Mudik: dari Perjalanan Hulu-Hilir Sungai Hingga Urbanisasi ke Kota
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif