Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Nadiem Sebut RPP Bukan Sekadar Penyelesaian Tugas Administrasi

Pendidikan pendidikan Guru Nadiem Makarim Kemendikbudristek
Ilham Pratama Putra • 27 April 2022 11:06
Jakarta: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tak perlu dibuat dalam jumlah halaman yang banyak. Sebab, RPP bukan sekadar tugas administrasi.
 
"Bukan dengan nulis 10 halaman sekadar buat administrasi," kata Nadiem melalui unggahan di Instagram pribadinya @nadiemmakarim, dikutip Rabu, 27 April 2022.
 
Nadiem memangkas beban RPP kepada guru. Kini, guru cukup membuat RPP dalam satu halaman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan mengubahnya menjadi format yang lebih sederhana, cukup satu halaman saja untuk RPP," tutur Nadiem.
 
Nadiem juga memangkas komponen RPP. Guru tak lagi perlu membuat RPP yang memenuhi 13 komponen.
 
"Jadi, yang tadinya ada belasan komponen, kita bikin tiga komponen saja," tutur dia.
 
Ketiga komponen inti itu, yakni tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen atau penilaian pembelajaran. Nadiem menyebut terpenting dari RPP ialah proses refleksi oleh guru.
 
"Pada saat dia menulis suatu RPP, dia laksanakan di kelas, besoknya dia kembali kepada RPP itu, untuk melakukan refleksi melihat tercapai enggak? Apa yang dimaksudkan dari pembelajarannya," tutur Nadiem.
 
Baca: Nadiem Pangkas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Jadi 3 Komponen Inti, Kini Cukup 1 Halaman
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif