Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Nizam. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kemendikbudristek Sebut Perguruan Tinggi Berkualitas Memiliki Relevansi dengan Dunia Kerja

Pendidikan Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Kemendikbudristek
Antara • 25 April 2022 11:09
Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam mengatakan perguruan tinggi berkualitas harus memiliki relevansi dengan dunia kerja. Sehingga, lulusan bisa menggerakkan ekonomi.
 
“Dengan perguruan tinggi yang berkualitas akan menghadirkan lulusan mandiri, kolaboratif, dan inovatif, yang pada akhirnya menggerakkan ekonomi dan sosial di berbagai sektor kehidupan,” ujar Nizam dikutip dari Antara, Senin, 25 April 2022.
 
Dia menuturkan pemerataan kualitas pendidikan di semua perguruan tinggi perlu dilakukan. Saat ini, dunia kerja tidak lagi melihat ijazah seseorang dari lulusan universitas mana, tapi lebih melihat kemampuan seseorang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk itu ada beberapa perusahaan yang tidak lagi melihat IPK, tapi lebih orang ini bisa apa, maka dari itu kita selalu mendukung perguruan tinggi di Indonesia, yakni perguruan tinggi yang unggul, kokoh, maju, dan berkualitas,” papar dia.
 
Kemendikbudristek menghadirkan sejumlah program untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi dan lulusan. Seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), KIP Kuliah, serta kolaborasi antarperguruan tinggi dan industri untuk meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi.
 
Kepala LLDikti Wilayah III Paristiyanti Nurwardani mengatakan pihaknya terus mendorong perguruan tinggi di wilayahnya meningkatkan mutu dengan mengacu pada delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dan kebijakan MBKM.
 
“Kami akan terus tingkatkan mutu dari perguruan tinggi di LLDikti Wilayah III yang berjumlah 297 PTS,” kata Paristiyanti.
 
Sementara itu, Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama) Rudy Harjanto mendukung sepenuhnya langkah pemerintah. Rudy mengatakan kampusnya memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, selain belajar di kampus sesuai arahan dari pemerintah.
 
"Kami juga melakukan kerja sama, di antaranya dengan Universitas Capital Normal University di China untuk pertukaran dosen dan mahasiswa, pembelajaran bahasa asing,” kata Rudy.
 
Sementara itu, untuk kerja sama antar-kampus di Indonesia, pihaknya sudah menjalankannya dengan berbagai kampus. Terutama kerja sama dengan institusi yang memiliki program studi yang tidak terdapat di Universitas Moestopo, seperti seni dengan ISI Yogyakarta, ISBI Bandung, dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta terkait Ilmu Filsafat dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).
 
"Kami juga banyak melakukan kerja sama dan praktik keilmuan dengan Kemenpora, BUMN, pelaku dunia usaha, melakukan penelitian dan pelatihan kewirausahaan, UMKM, serta penelitian yang melibatkan masyarakat setempat," jelas Rudy.
 
Rudy berharap Universitas Moestopo dapat memberi warna baru. Sekaligus memberi sumbangsih nyata pada kemajuan pendidikan tinggi di Tanah Air.
 
Baca: Jaga Mutu dengan Baik, 7 PTS Ini Dapat Penghargaan dari LLDikti Wilayah 3
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif