Siswa saat mengikuti UNBK di salah satu sekolah. Foto: MI/Galih Pradipta
Siswa saat mengikuti UNBK di salah satu sekolah. Foto: MI/Galih Pradipta

Pengamat: UN Ibarat Timbangan Rusak

Pendidikan ujian nasional
Syarief Oebaidillah • 28 November 2019 15:05
Jakarta: Pemerhati Pendidikan dariCenter for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas),Indra Charismiadji ikut menyampaikan pandangannya terkait nasib Ujian Nasional (UN) di masa mendatang. Ia mengaku setuju jika UN dihapus, karena keberadaannya yang sudah minim manfaat dan banyak merugikan siswa dan guru.
 
Ia menilai UN tidak mampu mengukur kemampuan siswa secara utuh. Bahkan ia mengibaratkan UN bagaikan timbangan rusak.
 
"UN sekarang ini ibarat timbangan rusak," kata Indra di Jakarta, Kamis, 28 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ujian Nasional, kata Indra, telahmembuat siswa dan guru terjebak pada orientasi hasil dan angka-angka semata.Di era revolusi 4.0 harusnya, lanjut Indra, siswa lebih diajarkan pada kemampuan yang terkenal disebut 4C, yakni kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreativitas (creativity), kerja sama atau kolaborasi (collaboration) dan kemampuan komunikasi (communication).
 
Jika siswa meraih nilai UN 100 sebagai orang yang berprestasi, maka segala upaya dilakukan meraih itu. Paling banyak dilakukan masyarakat adalah mengikutkan anaknya ke lembaga Bimbingan Belajar ( Bimbel) yang kian menjamur di mana-mana.
 
Belum lagi kepanikan menghadapi UN kerap mendorong orang tua murid, siswa, bahkan oknum guru untuk mencari bocoran dan tindakan tak terpuji lainnya.
 
Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan upaya pendidikan itu sendiri dalam membentuk siswa kreatif dan berpikir kritis. "Akibatnya, upaya membentuk siswa mempunyai kemampuan 4 C terabaikan," tegasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif