Ilustrasi.  Foto: Istimewa
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Honorer K2: Kami Sudah Menua, Butuh Kejelasan dan Gaji Layak

Pendidikan Guru Honorer
Intan Yunelia • 15 Januari 2020 19:18
Jakarta: Nasib guru honorer K2 sejauh ini masih belum menemui kejelasan di tengah berlanjutnya pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode kedua. Sama seperti tuntutan sebelumnya, guru honorer K2 masih menuntut kejelasan status dan menuntut upah layak kepada pemerintah.
 
"Kami harapkan Mas Nadiem (Mendikbud, Nadiem Makarim) membuat surat edaran atau apalah bentuknya yang khusus mengatur kebijakan gaji layak bagi guru honorer k2, agar nantinya menjadi dasar implementasi di daerah. Minimal digaji layak setara UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Jangan di bawah UMK," kata Ketua Perkumpulan Honorer K2, Titi Purwaningsih kepada Medcom.id, usai Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi II DPR, di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Surat edaran ini diharapkan dapat menjadi jaminan serta keberpihakan pemerintah bahwa masalah kesejahteraan akan menjadi hal penting yang direalisasikan. Surat Edaran ini penting diterbitkan sembari menunggu payung hukum tentang kejelasan status guru honorer K2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang penting ada sebuah ketegasan bahwa honorer K2 itu digaji layak dulu sambil menunggu payung hukum kejelasan status. Jadi mengabdinya juga tenang," ungkapnya.
 
Keresahan guru honorer K2 yang berlarut-larut ini pun disampaikan Titi di hadapan anggota Komisi II DPR. Titi mengatakan, hingga hari ini masih banyak guru yang digaji secara tidak layak, bahkan ada yang hanya Rp150 ribu per bulannya.
 
Untuk kesekian kalinya Titi memperjuangkan agar guru honorer K2 mendapat sesuatu yang nyata. "Kami hanya ingin sebuah hal yangreal,karena kami sudah menua dan tidak bisa menunggu terlalu lama. Kami butuh kejelasan agar status dan gaji untuk kami jelas dan layak," tegasnya.
 
Menurut Titi, jika daerah belum mampu memenuhi gaji layak bagi honorer, ia berharap pemerintah pusat dapat membantu. Untuk diketahui, pemberian gaji layak bagi guru honorer baru dilakukan oleh segelintir daerah.
 
Sebagian besar daerah belum melakukannya dan mengaku memiliki APBD yang kecil, sehingga tidak mencukupi untuk membayar gaji guru honorer secara layak. "Jadi dengan surat edaran itu nanti entah caranya mau dibantu subsidi silang atau apa, yang penting ada sebuah ketegasan bahwa honorer K2 sembari menunggu payung hukum status minimal digaji layak dulu. Jadi kami pun dapat mengabdi dengan tenang," papar Titik.
 
Untuk diketahui,guru honorer yang mengajar di sekolah negeri terbagi menjadi tiga kategori yaitu guru honorer K1, K2, dan K3. Guru Honorer Kategori 1 (K1) merupakan kategori honorer yang gajinya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
 
Honorer yang masuk kategori ini dilantik secara resmi oleh pejabat berwenang yang berada dalam lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di daerah masing-masing. Tenaga honorer yang masuk kedalam daftar kategori 1 merupakan para pegawai yang sesuai dengan Permen PAN-RB Nomor 5/2010, yaitu tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintahan terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2005, secara terus menerus.
 
Honorer K1 memiliki peluang langsung diangkat menjadi PNS. Berumur sekurang-kurangnya 19 tahun dan tidak melebihi usia 46 tahun pada tanggal 1 Januari 2006. Sebagai tambahan Guru Honorer yang masuk dalam Kategori K1 sebagian besar sudah diangkat menjadi Aparat Sipil Negara (ASN)
 
Kemudian Guru Honorer Kategori 2 (K2), Guru Honorer dalam kategori ini gajinya tidak dibayarkan oleh APBN ataupun APBD tetapi oleh kebijakan sekolah tempat mereka bernaung atau instansi yang membawahinya. Honorer K2 diangkat oleh pejabat sekolah atau instansi pemerintah yang berwenang.
 
Bagi tenaga honorer kategori 2 yang ingin diangkat menjadi CPNS, maka ia harus mengikuti tes atau seleksi terlebih dahulu. Sudah bekerja sekurang-kurangnya satu tahun pada tanggal 31 Desember 2005 dan terus menerus bekerja tanpa putus sampai saat ini. Memiliki usia sekurang-kurangnya 19 tahun dan pada tanggal 1 Januari 2006 usianya tidak melebihi 46 tahun.
 
Terakhir, Guru Honorer Kategori 3 (K3) Guru Honorer yang memulai pengabdiannya setelah 1 Januari 2006.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif