Pelajar Indonesia di tengah peserta lainnya tengah bertanding di Kompetisi Daya Ingat 2019, di Jepang.  Foto/Dokumentasi IMSC.
Pelajar Indonesia di tengah peserta lainnya tengah bertanding di Kompetisi Daya Ingat 2019, di Jepang. Foto/Dokumentasi IMSC.

Indonesia Ungguli Tiongkok dan Jepang di Kompetisi Daya Ingat

Pendidikan Prestasi Pelajar
Muhammad Syahrul Ramadhan • 09 Juli 2019 12:51
Jakarta: Tim Indonesia menjuarai kompetisi daya ingat, Japan Open Memory Championship 2019. Kejuaraan yang berlangsung pada 6-7 Juli 2019 di Tokyo ini, membawa tim Indonesia meraih 11 emas, 15 perak, dan 19 perunggu, sehingga menempatkan Tim Merah Putih sebagai Country Champion dengan total poin 12.630.
 
Indonesia berhasil mengungguli peserta dari negara lain, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Qatar, dan tuan rumah Jepang. Negeri tirai bambu berada di urutan kedua dengan 8.772 poin, sementara tuan rumah Jepang harus puas dengan posisi ke-3 dengan 8.496 poin.
 
Kompetisi yang diselenggarakan di Urayasu Cultural Hall, Tokyo ini mempertandingkan 10 jenis
perlombaan yang menguji kemampuan otak dalam mengingat. Di antaranya Names and Faces (lima menitmengingat wajah dan nama), Binary Numbers (lima menit mengingat urutan angka biner acak), Random Images (lima menit mengingat urutan gambar acak), Random Numbers (lima menit dan 15 menit mengingat urutan angka acak).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KemudianFictional Dates (lima menit mengingat tahun dan kejadian), Random Words (lima menit mengingat urutan kata acak), Spoken Numbers (mengingat deretan angka yang diperdengarkan dalaminterval satu detik per angka), dan Random Cards (mengingat urutan kartu remi yang telah dikocokdengan batasan waktu lima menit dan 10 menit).
 
Baca:Singkirkan UI, UNPAR Juara Nasional Kompetisi HHI
 
Dalam kompetisi daya ingat tersebut, peserta dikelompokkan ke dalam tiga kategori usia yakni Kids (Anak-anak) 12 tahun, Junior (remaja) 13-17 tahun, Adult (Dewasa) 18-59 tahun, dan Senior di atas 59 tahun. Masing-masing peserta memperebutkan posisi juara umum, juara per kategori, serta juara per nomor pertandingan.
 
Tim Indonesia yang berada di bawah pembinaan IMSC (Indonesia Memory Sports Council) pimpinan Grandmaster of Memory, Yudi Lesmana, kali ini menerjunkan sembilan atlet dalam dua kategori usia, yaitu Kids dan Junior.
 
Pada kategori Kids, Fauzan Januar Aryawan Kusuma, pelajar dari SMP Labschool Rawamangun, Jakarta, berhasil meraih perak di cabang Random Words dan perunggu di cabang Speed Cards. Di kategori Junior pelajar Indonesia meraih jumlah medali yang mengesankan yaitu enam emas, 10 perak, dan 10 perunggu.
 
Medali ini disumbangkan oleh Shafa Annisa dengan tiga emas, satu perak, tiga perunggu, Fathimah Aiko dengan empat emas dan tiga perak,Yossyifa Zahra dengan tiga perak dan dua perunggu, Amira Tsurayya dengan dua emas, tiga perak, dan lima perunggu, sertaJanet Valencia (Bogor) yang berhasil meraih satu medali emas.
 
Tim pelajar Indonesia akan kembali bertanding 13-14 Juli mendatang di Philippine Open Memory Championship 2019. Sejak didirikan pada tahun 2014, IMSC secara rutin melatih dan mengirimkan atlet-atlet daya ingat untuk bertanding pada Olimpiade Memory di berbagai negara.
 
Hingga hari ini, Tim Olimpiade Memory Indonesia telah mengantongi ratusan medali emas, perak, perunggu, dua Rekor Dunia, serta lima Rekor MURI.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif